PT ALS Indonesia, Pindah Kantor




Wakil Menteri Perindustrian, Prof. Alex SW Retraubun mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar bagi industri pangan.  "Namun demikian, kita jangan hanya sekedar menjadi pasar, tetapi juga turut menjadi ambil bagian dalam perdagangan internasional," kata Alex pada saat pembukaan pameran Food Ingredients Asia (FiA) 2014.

Oleh sebab itu, Alex menyambut baik kehadiran pameran FiA 2014.  "Semoga even ini dapat membantu industri pangan Indonesia dalam mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya seputar perkembangan ingridien terbaru," tutur Alex.  Lebih lanjut, Alex mengharapkan agar kedepannya industri nasional bisa mengambil peran yang lebih besar dalam inovasi dan pengembangan ingridien pangan.

FOODREVIEW INDONESIA turut berpartisipasi dalam sebagai media partner resmi Food Ingredients Asia (FiA) 2014 ini.  Kunjungi booth FOODREVIEW INDONESIA untuk mendapatkan berbagai program terbaik di Hall A3 Booth Y7. Fri-09

Hari ini (14/10/2014) PT ALS Indonesia resmi berkantor di gedung baru. Kantor baru yang berada di Kawasan Industri Sentul, Jawa Barat ini diharapkan dapat mengakomodasi permintaan yang tinggi akan jasa pengujian di semua sektor industri.

 

Haji Zaid Bin Haji Abdullah, Executive Deputy Chairman PICORP Group dalam pidato sambutannya mengatakan, "ALS Indonesia rumbuh sangat baik 10 tahun ini. Dengan gedung baru, dan peralatan baru yang lebih modern diharapkan ALS Indoenesia dapat terus berkembang dan menjadi laboratorium pengujian untuk lingkungan maupun pangan yang terbaik di Indonesia."

Greg Kilmister, CEO ALS Limited dalam acara yang sama juga mengutarakan harapannya, "supaya ALS Indonesia bukan hanya sebagai tempat pengujian sampel. Tempat klien mengirimkan sampel dan kita mengeluarkan hasil. Namun tambahkan nilai di dalamnya. Selain hasil laboratorium, nilai lebih apalagi yang dapat kita diberikan kepada kosumen. Nilai lebih itu yang akan membuat ALS menjadi lebih besar." Ita

Artikel Lainnya

  • Jun 20, 2018

    Regulasi produk seasoning di Indonesia

    Produk seasoning yang termasuk ke dalam kategori pangan 12.0 meliputi garam,  rempah, sup, saus, salad, dan protein yang telah diatur di dalam Peraturan Kepala BPOM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan 01.0 ñ 16.0.  kategori produk seasoning tersebut merupakan jenis bahan-bahan yang sering ditambahkan pada pangan olahan. Untuk itu, pangan olahan yang mengandung produk seasoning juga sangat perlu memenuhi beberapa poin yang menjadi konsentrasi baik pihak produsen, konsumen, maupun pemerintah dalam pengawasan.  Beberapa poin tersebut adalah keamanan yang meliputi bahan tambahan pangan (BTP), bahan baku, cemaran, bahan penolong, dan kemasan pangan; mutu, gizi, label, dan iklan.  ...

  • Jun 19, 2018

    Praktek higiene dan sanitasi dalam penanganan susu segar

    Berdasarkan standar kualitas susu segar (SNI 31411:2011) jumlah mikroba maksimum yang diperbolehkan adalah 1 juta koloni per mililiter (10 CFU/mL). Oleh sebab itu, susu segar pada umumnya akan mengalami kerusakan setelah 4-5 jam pada suhu kamar. Untuk menghasilkan susu segar dengan angka mikroba yang rendah harus dimulai dengan praktek higiene dan sanitasi yang baik sebelum pemerahan, saat pelaksanaan pemerahan, hingga penanganan pasca pemerahan. Pada waktu masih di dalam tubuh dan ambing ternak yang sehat, susu masih dalam keadaan steril. Kontaminasi mikroba di dalam susu terjadi pada saat proses pemerahan, yaitu berasal kulit tubuh ternak khususnya bagian seputar ambing dan puting, dari tangan pemerah, dari wadah/ peralatan penampungan susu, dan lingkungan tempat pemerahan. ...

  • Jun 18, 2018

    Potensi pemanfaatan peptida bioaktif dalam produk susu

    Meningkatnya perhatian akan hubungan asupan pangan terhadap kesehatan membuat konsumen menginginkan produk pangan yang bisa bermanfaat dalam mencegah  munculnya penyakit serta secara sinergi meningkatkan status kesehatan. Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang terdapat dalam asupan harian dan di samping  perannya dalam menyuplai gizi, protein juga mempunyai komponen fungsional yang memiliki fungsi positif bagi tubuh, yaitu berupa peptida bioaktif (bioactive peptide). ...

  • Jun 15, 2018

    Perancangan proses pengolahan susu untuk mengantisipasi ancaman foodborne pathogen

    Penyakit yang disebabkan oleh patogen (foodborne pathogen) masih menjadi permasalahan hampir di seluruh negara secara global. Penyakit  tersebut paling sering disebabkan oleh mikrobiologi seperti bakteri dan metabolitnya serta virus dan toksinnya.  ...

  • Jun 14, 2018

    Penggunaan laktoperoksidase untuk pengawetan susu segar

    Dewasa ini telah dikembangkan suatu metode pengawetan susu segar dengan cara mengaktifkan enzim laktoperoksidase (LPO) yang secara alami sudah ada di dalam susu. LPO merupakan salah satu dari puluhan jenis enzim di dalam susu segar dengan berat molekul berukuran sedang (78.000 Dalton) dan mengandung karbohidrat sekitar 10%. Di samping ada di dalam susu segar, LPO juga ditemukan pada cairan tubuh hewan mamalia dan manusia, seperti pada saliva dan kolostrum. Metode pengaktifan LPO untuk pengawetan susu segar dikenal dengan sebutan lactoperoxydase-system atau sistem laktoperoksidase (Sistem-LPO). Aktifnya LPO di dalam susu dapat menghasilkan efek antibakteri pada susu segar (Legowo et al., 2009). ...