Managing Safety & Shelf Life of Foods


Keamanan pangan dan umur simpan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.  Walau tidak selalu berkaitan langsung, namun keduanya adalah parameter penting yang harus diperhatikan oleh industri pangan.

                  Mengingat pentingnya isu keamanan pangan dan umur simpan, FOODREVIEW INDONESIA bekerja sama dengan SEAFAST Center IPB menyelenggarakan Seminar bertajuk "Managing Safety & Shelf Life of Foods" pada 23 Oktober di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.  Acara tersebut juga didukung oleh Tawada Health Care dan Thermalindo Sarana Laboratoria.

                  Pemimpin Umum FOODREVIEW INDONESIA, Suseno Hadi Purnomo, mendefinisikan umur simpan sebagai masa dimana produsen masih merekomendasikan suatu produk untuk dikonsumsi oleh pelanggan.  "Umur simpan merupakan janji yang harus dipenuhi oleh produsen kepada pelanggan," tutur Suseno.  Lebih lanjut dijelaskan selain aspek teknis seperti karakter produk, pengolahan, dan pengemasan, umur simpan juga perlu memperhatikan strategi marketing.  "Strategi marketing yang perlu menjadi pertimbangan adalah target konsumen, harga, saluran distribusi, kondisi geografis, dan faktor pendukung lainnya," tambah Suseno.

                  Bagi pemasaran, umur simpan memiliki arti penting.   Umur simpan merupakan masa pajang/ display dikurangi masa tarik yang akan menentukan penerimaan pasar, fleksibilitas untuk melakukan reshuffle produk, dan harga/nilai produk.  Selain itu, umur simpan juga dapat memberikan indikasi diterapkan atau tidaknya sistem FIFO (first in first out) pada setiap level distribusi, kecepatan movement suatu produk, mencerminkan kinerja front line tim pemasaran (Salesman / SPG / Sales Supervisor), serta kecermatan dan akurasi sales forecasting.  "Namun demikian over protected yang berlebihan terhadap produk juga tidak baik, karena membuat produk tidak ekonomis dan kalah bersaing, serta memang tidak perlu," tutur Suseno.

                  Sementara itu  Kasubdit Standardisasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan Pangan Badan POM RI -Ir. Gasilan mengungkapkan bahwa menurut PP No 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, mutu dan gizi pangan, pangan kedaluwarsa didefinisikan sebagai pangan yang sudah kedaluwarsa adalah pangan yang sudah melewati batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak yang memproduksi.  "Peraturan di Indonesia mewajibkan semua produk pangan olahan yang beredar di Indononesia mencantumkan tanggal kedaluwarsa dalam kemasan," kata Gasilan.  Keterangan kedaluwarsa dicantumkan pada label dengan didahului tulisan “Baik digunakan sebelum”.  Setiap pihak yang mengedarkan makanan yang telah kedaluwarsa; menghapus, mencabut, menutup, mengganti label, melabel kembali pangan yang diedarkan; atau menukar tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa pangan yang diedarkan akan mendapat sanksi, mulai dari administratif hingga pidana.

Pendugaan masa kedaluwarsa

                  Untuk menentukan masa kedaluwarsa, terdapat beberapa cara.  Salah satunya adalah dengan menyimpan produk pada kondisi sebenarnya hingga mutunya tidak diterima.  Namun cara tersebut cukup menyulitkan dan membutuhkan waktu yang lama.  Oleh sebab itu kemudian dikembangkanlah metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT).  Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA IPB Bogor, Dr. Feri Kusnandar menjelaskan bahwa terdapat dua macam ASLT, yakni model Arrhenius dan kadar air kritis.  "Pemilihan model tersebut bergantung pada karakteristik produk dan juga parameter kritisnya," kata Feri.

                  Feri mengungkapkan bahwa model Arrhenius digunakan untuk melakukan pendugaan umur simpan produk yang sensitif oleh perubahan suhu dan reaksi kimia, seperti oksidasi lemak, reaksi Maillard, dan oksidasi vitamin C.  "Perubahan yang dapat diamati adalah intensitas warna, kandungan komponen kritis, dan perubahan organoleptik," kata Feri.  Namun Feri mengingatkan bahwa kondisi percepatan yang digunakan tidak boleh mengubah reaksi kerusakan produk pada kondisi normalnya.

                  Sementara itu, Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA IPB -Dr. Dede R. Adawiyah menjelaskan mengenai moder kadar air kritis.  "Model ini digunakan bila kerusakan produk terutama diakibatkan oleh perubahan kadar air," kata Dede.  Model ini meliputi pendekatan kurva sorpsi isothermis dan pendekatan kadar air kritis termodifikasi.

Tantangan keamanan pangan

                  Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembahasan mengenai keamanan pangan.  Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA IPB, Prof. Winiati P. Rahayu menjelaskan mengenai pentingnya perencanaan sampling yang tepat.  "Persiapan sampel sangat signifikan agar data yang diperoleh dapat berarti dan digunakan," kata Winiati.  Menurutnya, prosedur sampling sama pentingnya untuk bahan yang dianalisis secara konvensional atau yang menggunakan metode yang canggih dan cepat.

                  Winiati menjabarkan bahwa sampel analisis mikrobiologi harus diambil secara aseptis; diangkut ke laboratorium dalam kondisi dingin untuk pangan umum dan kondisi beku untuk pangan beku; dalam waktu cepat (<24 jam) harus sudah dianalisis; dan sebelum dianalisis harus dihomogenkan terlebih dahulu.  "Sampel untuk analisis mikrobiologi dapat berupa padatan, cairan, dari permukaan, atau dari udara," kata Winiati.

                  Sementara itu, Prof. Dedi Fardiaz yang juga Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA IPB mengungkapkan tantangan dalam analisis kimia.  "Kontaminan kimia dapat terjadi selama penanganan, proses, atau lainnya," kata Dedi.  Memilih metode dan peralatan yang tepat adalah syarat utama mendapatkan data analitik yang tepat dan akurat.

                  Untuk memperoleh data tersebut diperlukan instrumen yang handal.  "Sayangnya metode yang ada seringkali membutuhkan waktu yang lama dan perlakuan yang rumit," kata Sales Manager Tawada Health Care, Siswanto.  Oleh sebab itu, kini dikembangkan teknologi pengujian cepat (rapid test) untuk mempermudah industri pangan.  Dia menyontohkan metode petrifilm yang membutuhkan waktu hanya 1.5 - 2 hari.  "Bandingkan dengan metode konvensional yang dapat menghabiskan waktu 3-14 hari, selain itu tahapannya juga lebih rumit," ungkap Siswanto.

Seminar FOODREVIEW INDONESIA tersebut mendapat antusiame yang tinggi dari peserta.  Terbukti dengan jumlah peserta dan pertanyaan yang cukup tinggi selama acara.  Fri-09

Artikel Lainnya

  • Des 19, 2018

    Potensi Pengembangan Indigenous Probiotic di Indonesia

    Probiotik bisa diaplikasikan dalam produk pangan fermentasi yang harus disimpan dalam suhu refrigerasi, bisa juga dibuat dalam produk es krim, cokelat, pangan yang disimpan dalam suhu ruang, serta pangan non-fermentasi. Selain itu ada juga probiotik yang dijadikan sebagai suplemen pangan.  ...

  • Des 18, 2018

    Indigenous Probiotic sebagai Ingridien Pangan Fungsional

    Di dalam saluran pencernaan manusia terdapat komunitas mikroorganisme yang kompleks dan dinamis. Mikroorganisme di dalam saluran pencernaan ini sering disebut juga dengan gut microbiota. Keseimbangan gut microbiota berimplikasi dengan kesehatan tubuh. Apabila gut microbiota dalam kondisi tidak seimbang (dysbiosis) maka berbagai risiko permasalahan kesehatan bisa terjadi seperti kanker usus yang saat ini cukup marak terjadi. Sebaliknya, jika mikrobiota dalam saluran pencernaan dalam kondisi seimbang (normobiosis) maka keadaan tersebut dapat menunjang kesehatan tubuh.  ...

  • Des 17, 2018

    Peran Buah-buahan dalam Produk Snack Bar

    Buah-buahan berperan sebagai komponen penambah nilai gizi dalam pembuatan produk snack bars. Manfaat aplikasi buah-buahan diperoleh dari adanya kandungan vitamin, mineral, serat pangan, dan antioksidan seperti polifenol. Produk fruit snack bar menjadi salah satu format pangan ideal untuk meningkatkan konsumsi zat gizi yang berasal dari buah-buahan. Meskipun kandungan gizinya cukup baik, penerimaan konsumen terhadap fruit snack bars lebih ditentukan oleh cita rasa buah (fruity flavor) dan kelayakan tekstural dibandingkan dengan nilai gizi maupun manfaat kesehatannya. ...

  • Des 16, 2018

    Tren Penggunaan Buah-buahan dan Biji-bijian dalam Makanan Ringan

    Tren baru makanan ringan yang digerakkan oleh perubahan pola konsumsi masyarakat telah mendorong pengembangan makanan ringan yang lebih memperhatikan aspek kesehatan. Penggunaan bahan-bahan yang kaya gizi dan memiliki manfaat kesehatan menjadi semakin banyak dalam formulasi produk makanan ringan. Salah satu bahan yang mulai populer digunakan adalah buah-buahan dan biji-bijian.  ...

  • Des 15, 2018

    Inovasi Formulasi Produk Snack Bars

    Konsumen produk pangan semakin banyak ragamnya. Kebutuhan khusus dan gaya hidup modern telah mengubah  perilaku konsumsi masyarakat saat ini. Produk-produk berbasis bahan alami dan organik dengan berbagai manfaat kesehatan, telah dipertimbangkan secara global sebagai alternatif yang jauh  lebih baik daripada konsumsi makanan cepat saji. ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland