Aneka Inovasi dalam InterFOOD ke-14


Untuk ke-14 kalinya, PT Kristamedia Pratama menyelenggarakan pameran InterFOOD Indonesia di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 12-15 November lalu.  Menurut Direktur Kristamedia Daud D. Salim, pada pameran kali ini tidak kurang dari 100 perusahaan dari 22 negara turut berpartisipasi.  Perusahaan-perusahaan tersebut menyuguhkan berbagai inovasi terbaru di bidang bahan baku, kemasan, peralatan, teknologi, dan jasa untuk mendukung kegiatan industri pangan.  “Beberapa negara yang berpartisipasi antara lain Singapura, Australia, Jerman, Amerika Serikat, Taiwan, Saudi Arabia, Thailand, Turki, Korea Selatan, dan lainnya,” kata Daud.

Sementara itu, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI -Panggah Sutanto, menyambut baik pelaksaanaan pameran tersebut.  “Industri pangan memiliki posisi prioritas dan strategis karena kontribusinya yang cukup tinggi bagi perekonomian bangsa,” kata Panggah.  Seiring persaingan dan tuntutan konsumen yang semakin ketat, industri pangan harus terus berinovasi menyediakan produk yang semakin berkualitas.  “Konsumen mengharapkan produk yang lebih cantik, lezat, dan menyehatkan,” tutur Panggah.  Oleh sebab itu, pameran dapat membantu industri pangan untuk mendapatkan informasi seputar inovasi terkini.

 

Perkembangan industri bakeri dominasi InterFOOD

Salah satu inovasi yang banyak dipamerkan dalam pameran kali ini adalah di bidang bakeri. Hal ini dikarenakan perkembangan bisnis bakeri yang cukup baik dalam beberapa waktu terakhir.  Berikut adalah sebagian hasil inovasi yang ditampilkan selama berlangsungnya InterFOOD.

 

Inovasi pasta flavor Blossom

Ajang InterFOOD dipergunakan sebagai momentum oleh CV Anugrah untuk menampilkan produk barunya, Blossom.  Andri W.J, pemilik CV Anugrah, mengungkapkan berbagai keunggulan produknya.  “Blossom merupakan pasta yang memiliki flavor top note, middle note, dan bottom note yang kuat,” ujar Andri.  Bahkan produknya juga diklaim dapat stabil melewati proses pemanggangan.  Flavor yang dikembangkan bersifat nature identical (identik alami) dan saat ini telah terdapat 24 jenis.  “Kami memproduksi pasta yang unik, seperti kacang ijo, kacang tanah, serta lainnya,” ungkap Andri.

Dengan inovasi yang telah dilakukannya, Andri optimis dengan kehadiran masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) mendatang.  “Pasar kedepan akan semakin bagus dan kami siap untuk berkompetisi,” kata Andri.  Sebagai bukti, saat ini produknya telah berhasil menembus pasar ekspor, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

 

Aneka varian keju dari Cheesy

Keju semakin populer di Indonesia, salah satunya berkat kehadiran processed cheese.  PT Dairygold Indonesia adalah produsen processed cheese yang turut berpartisipasi dalam InterFOOD 2014.  Marketing Manager Dairygold, Suryanto Podjan, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan processed cheese dalam aneka varian dan kemasan.  “Kami menyediakan produk, baik yang dikemas untuk kebutuhan konsumen rumah tangga maupun industri,” kata Suryanto.

Dalam kesempatan tersebut, Suryanto juga mengungkapkan berbagai keunggulan produknya. “Kami memiliki produk keju premium yang seluruhnya berasal dari lemak susu, tanpa penambahan minyak nabati,” kata Suryanto.  Selain itu, rasa produk keju Cheesy diklaim lebih milky.  Tidak hanya itu, Dairygold juga satu-satunya produsen processed cheese yang menawarkan rasa keju edam.  “Produk kami lainnya adalah spread cheese yang satu-satunya dikemas menggunakan botol di Indonesia,” klaim Suryanto.

 

Cokelat Carat Persembahan Puratos

PT Puratos Indonesia menampilkan produk andalannya dalam InterFOOD kali ini.  Marketing Manager Puratos, Ariwati Ali, mengungkapkan bahwa salah satu produk utama yang ditawarkan dalam kesempatan tersebut adalah cokelat Carat.  “Produk tersebut tergolong baru bagi Puratos, sehingga kami fokus untuk mempromosikannya,” kata Ariwati.

Cokelat Carat diklaim memiliki berbagai macam keunggulan.  “Produk ini cocok untuk segala macam aplikasi, baik bar, dipping, filling, dekorasi, atau lainnya,” ujar Ariwati.  Sejak diluncurkan, Carat telah mendapat respon yang cukup baik di pasar.

Menanggapi kesiapan industri bakeri Indonesia menghadapi MEA mendatang, Ariwati menyampaikan keoptimisannya.  “Industri kita sangat kuat dan selalu bertumbuh,” tutur Ariwati.  Perusahaannya menawarkan berbagai ingridien untuk membantu industri bakeri dalam menghadapi persaingan.  Ingridien yang ditawarkan dapat digunakan untuk memberikan nilai tambah produk ataupun sebagai subtitusi untuk mengurangi biaya produksi.

 

KULINOLOGI INDONESIA juga turut berpartisipasi dalam InterFOOD tersebut.  Selama 4 hari penyelenggaraan, booth KULINOLOGI INDONESIA cukup banyak menarik minat pengunjung. Fri-09
 

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sugar Glass pada Pelapis Bakteriofag Produk Pangan

    Foodborne illness merupakan penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri patogen pada produk pangan. Selama ini upaya untuk mengurangi kontaminasi  bakteri masih mengandalkan aplikasi bahan kimiawi. Bahan pelapis antibakteri dengan enkapsulan sugar glass dapat menjadi metode alternatif untuk mengurangi adanya kontaminasi bakteri pada produk pangan.  ...

  • Sep 21, 2018

    Prinsip Teknologi lab-on-smartphone

    Penerapan lab-on-smartphone ini juga tidak terlepas dengan prinsip biosensor yang menyertai. Biosensor adalah alat pendeteksi yang menggunakan atau menggabungkan komponen biologis (mikroba, jaringan, sel, bakteri, protein, enzim, antibodi) dan elektronis untuk menghasilkan sinyal yang terukur yang dapat mendeteksi, mencatat, dan mengirimkan informasi secara cepat. Pada biosensor, terjadi perubahan sifat fisika-kimia pada biomolekul yang digunakan dan dapat merepresentasikan informasi yang ditransduksikan dengan transduser fisis menjadi besaran elektronik untuk bisa diolah selanjutnya. ...

  • Sep 21, 2018

    Ekspo Inovasi Sumber Daya Hayati

    Inovasi merupakan salah satu hal yang penting dalam pengembangan produk pangan. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menjawab tantangan tren produk pangan yang terus berganti. Permintaan akan produk pangan sangat bervariasi menyesuaikan selera konsumen sebagai penggunanya. ...

  • Sep 20, 2018

    Teknologi lab-on-smartphone untuk Pengujian Produk Pangan

    Salah satu parameter dari suatu produk pangan yang mengalami kerusakan adalah terjadi perubahan pada warna, rasa, tekstur, dan juga aroma. Perubahan  tersebut terjadi karena reaksi-reaksi zat kimia yang terkandung di dalam suatu produk pangan dan tidak berfungsinya kembali bahan pengawet yang digunakan. Selama ini, untuk mendeteksi salah satu unsur kerusakanseperti aroma hanya menggunakan indera penciuman untuk mendeteksi pembusukan pada produk pangan. ...

  • Sep 19, 2018

    Biji-bijian sebagai Bahan Nabati Potensial

    Biji-bijian mulai menarik pasar konsumen dengan ukurannya yang kecil namun memiliki segudang manfaat. Beberapa jenis biji-bijian tersebut di antaranya adalah biji bunga matahari, biji labu, biji chia, biji wijen, quinoa, dan biji delima. Jenis biji-bijian seperti Biji wijen merupakan sumber kalsium, magnesium, vitamin B1 dan termasuk dalam serat pangan. Biji wijen biasa diproduksi dalam bentuk minyak maupun dikonsumsi secara lansung sebagai pelengkap suatu produk pangan. Biji wijen sangat potensial untuk dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih luas lagi. ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland