Strategi BPOM Menghadapi MEA 2015



Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyadari besarnya tantangan yang akan dihadapi. Menurut Kepala Badan POM– Dr. Roy Sparringa, jumlah dan variasi produk pangan akan semakin meningkat seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta adanya globalisasi. Selain itu gaya hidup masyarakat juga akan mempengaruhi pola konsumsi dan pemilihan produk pangan. Belum lagi peredaran produk impor yang kemungkinan juga akan semakin banyak. Hal tersebut memerlukan pengamanan pasar yang lebih gencar.

Roy menjelaskan, guna menghadapi hal tersebut pihaknya berupaya meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. “Kami akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, seperti menerapkan sistem registrasi dan penilaian elektronik, mekanisme notifi kasi untuk pangan berisiko rendah, penyederhanaan prosedur perizinan dan resertifi kasi, serta memperkuat transparansi komunikasi untuk persamaan persepsi.” Selain itu BPOM juga berencana merevitalisasi pos POM terutama di wilayah perbatasan, daerah yang sulit terjangkau/ pinggiran, wilayah administratif provinsi baru, pelabuhan, dan bandar udara. Tujuannya adalah memperkuat pengawasan. “Banyak produk ilegal yang masuk melalui pelabuhanpelabuhan ‘tikus’ di daerah perbatasan,” kata Roy. Oleh sebab itu BPOM akan meningkatkan pengawasan impor dan ekspor di perbatasan; kepatuhan terhadap standar/SNI, pelabelan, bahan baku, dan masa kedaluwarsa; serta memperkuat kemampuan laboratorium karantina.

Oleh Fri-09
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Februari 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Mei 25, 2018

    Pemilihan metode refining dalam proses pembuatan cokelat

    Cokelat diolah dari chocolate liquor yang dibuat melalui tahap-tahap mixing, refining (milling), conching, tempering serta pencetakan. Pencampuran bahan-bahan pada pembuatan cokelat dilakukan menggunakan continuous atau batch mixer pada waktu dan suhu tertentu sehingga didapatkan konsistensi bentuk pada formula yang tetap. Pada proses pencampuran secara batch, bahan-bahan yaitu cokelat cair, gula, lemak cokelat lemak susu dan susu bubuk (tergantung jenis cokelat) dicampur selama 12-15 menit pada 40-50oC.  Pencampuran secara kontinu dilakukan oleh perusahaan besar menggunakan kneader otimatis untuk menghasilkan tekstur lembut, tidak ada kesan berpasir (grittiness) dan konsistensi plastis. ...

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...

  • Mei 21, 2018

    Mengenal asam lemak trans dalam produk pangan

    Lemak merupakan salah satu bahan tambahan yang banyak digunakan pada produk bakeri. Lemak pada produk bakeri memberikan beberapa manfaat seperti dapat memperbaiki tekstur, memberikan efek yang glossy serta memberikan flavor yang lebih baik dan gurih. Lemak pada produk bakeri merupakan komponen yang tak terpisahkan dan keberadaanya dapat menentukan kualitas dari suatu produk bakeri. Selain produk bakeri, beberapa produk lain yang juga menggunakan lemak dalam proses produksinya adalah krimer kopi, makanan ringan, es krim, dan makanan cepat saji. Bahkan, beberapa diantara produk tersebut juga menggunakan asam lemak trans pada produksinya.  ...