Jakarta Food Security Summit untuk Kesiapan Ketahanan Pangan Indonesia


Dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo, Jakarta Food Security Summit (JFSS) ketiga yang digagas oleh Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia resmi dilaksanakan. Penumbukan padi dengan alu oleh presiden menjadi tanda dibukanya acara yang berlangsung di Balai Sidang Jakarta, 12-14 Februari 2015 ini.

12-14 Februari 2015 ini. Dengan mengusung tema Pemberdayaan Petani, Peternak, Petambak dan Nelayan melalui Wadah Koperasi untuk Mencapai Ketahanan Pangan, Ketua Komite tetap Kadin Bidang Pangan, Franciscus Welirang berharap acara yang terdiri dari pameran pangan dan seminar ini bisa mempertajam langkahlangkah kebijakan dalam mewujudkan aksi nyata berupa terobosan dan inovasi yang perlu ditempuh oleh pemangku kepentingan di era pemerintahan baru. Terobosan dan inovasi diperlukan untuk mengatasi kerawanan pangan yang bisa timbul setiap saat jika sektor pertanian tidak mendapat prioritas penanganan yang prima. Lebih lanjut menurut Welirang, ada 7 miliar penduduk dunia dan akan meningkat menjadi 9 miliar pada 2045, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas pangan hingga 70% untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut.

Kebutuhan pangan yang tinggi di Indonesia, sebaiknya juga tidak selalu dipenuhi melalui impor. Sumber daya yang ada di Indonesia sebaiknya dikelola secara maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan mendasar rakyat Indonesia. Tekanan dan ketergantungan terhadap impor kebutuhan mendasar di era mendatang akan memperberat beban pangan Indonesia karena adanya pasar bebas dan globalisasi. Karena hal tersebut, JFSS menampung segala saran, inovasi dan terobosan untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia dan menekan angka impor.

Rangkaian kegiatan berupa roundtable dan focus group discussion yang membahas berbagai komoditas strategis telah dilaksanakan sebelumnya. Komoditas strategis yang menjadi bahasan untuk diperkuat diantaranya adalah empat jenis komoditas pangan strategis yakni beras, jagung, kedelai dan gula; enam jenis komoditas unggulan yakni kelapa sawit, teh, kopi, kakao, udang, dan tuna; dua komoditas perbaikan gizi masyarakat yakni daging dan susu; serta tiga komoditas buah-buahan lokal terpopuler yakni mangga, pisang, jeruk.

Welirang berharap supaya JFSS dapat menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menyejahterakan petani, peternak, petambak dan nelayan. Karena menurut Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio, petani adalah tulang punggung swasembada pangan Indonesia. "Hasil akhir rangkaian kegiatan JFSS ini diharapkan dapat dijadikan roadmap pembangunan sektor pangan 2014-2019 untuk mempercepat swasembada dan kedaulatan pangan, meskipun untuk mewujudkannya tidaklah mudah," tutup Bambang. Ita

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...