Masyarakat harus Mendapat Informasi yang Jelas tentang Keamanan Pangan


Saat ini banyak informasi yang beredar di masyarakat adalah tentang Bahan Tambahan Pangan (food additive) yang ditambahkan ke dalam produk minuman ringan, seperti pemanis buatan, pengawet, pewarna, dan juga karbonasi (CO2) yang dipakai dalam minuman bersoda, sering kali dianggap dan dicurigai sebagai penyebab meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti kerusakan ginjal, penyakit diabetes, bahkan obesitas.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pusat Informasi Produk Makanan dan Minuman (PIPIMM), Suroso Natakusuma, menjelaskan, di era komunikasi yang terbuka ini, informasi seputar makanan dan minuman beredar begitu cepat dan masyarakat kerap kali menjadi bingung. "Isu keamanan produk pangan serta dampak kesehatan dari mengonsumsi produk makanan dan minuman merupakan isu yang sangat penting dan oleh karenanya masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar yang didukung dengan data yang akurat dan komprehensif," kata Suroso dalam acara pembekalan kepada insan pers di Jakarta pada akhir Januari lalu.

Regulasi yang berkaitan dengan kesehatan dan keamanan pangan antara lain adalah UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyebutkan bahwa makanan dan minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar dan/atau persyaratan kesehatan. Dalam hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berperan sebagai otoritas yang bertanggung jawab untuk memastikan keamanan produk Masyarakat harus Mendapat Informasi yang Jelas tentang Keamanan Pangan makanan minuman di Indonesia sesuai standar yang diakui dunia maupun standar pemerintah RI.

Direktur Standardisasi Produk Pangan BPOM RI, Tetty H. Sihombing, menambahkan, "Berkaitan dengan Peraturan Kepala BPOM RI tentang Pengawasan Pemasukan Pangan Olahan, telah diatur bahwa setiap orang yang memasukkan pangan olahan ke dalam wilayah Indonesia bertanggung jawab atas keamanan, mutu, dan Gizi pangan olahan tersebut

Hal ini juga didukung dengan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2004 tentang Keamanan, Gizi dan Mutu Pangan. Untuk itu dapat disampaikan bahwa semua produk minuman yang beredar di pasar Indonesia yang telah mendapatkan izin edar BPOM berupa nomor MD (untuk produk dalam negeri) ataupun ML (untuk produk luar negeri), merupakan produk yang telah melewati rangkaian proses pemeriksaan dan pengujian yang ketat dan dinyatakan memenuhi kaedah standar mutu dan keamanan pangan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Guru Besar IPB, Prof. Made Astawan menjelaskan tentang food additive atau bahan tambahan pangan (BTP) yang merupakan bahan baku pangan yang sengaja ditambahkan dalam jumlah sangat sedikit ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Made mengingatkan untuk tidak takut dulu ketika mendengar BTP, karena harus dibedakan antara bahan kimia yang terkategori food grade dan non-food grade. "Semua BTP merupakan bahan kimia dengan kategori food grade, yang memang telah diuji keamanannya dan mendapatkan pengakuan dunia sebagai bahan yang aman untuk dikonsumsi," kata Made. Fri 08

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...