Ketua Umum GAPMMI Periode 2015-2020 Terpilih Secara Aklamasi


Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indoensia (GAPMMI) telah menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) Jakarta pada 7 April 2015 lalu. Dalam RUA tersebut, Adhi S. Lukman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum GAPMMI Periode 2015-2020. Dalam RUA dengan pimpinan sidang Yusuf Hadi dan sekretaris sidang Doni Wibisono tersebut, ketua umum terpilih mendapat mandat untuk menyusun kepengurusan baru GAPMMI periode 2015-2020 dalam waktu satu bulan.

Dalam acara itu, sekaligus dilaksanakan pula Seminar dengan tema “Kebersamaan dalam Membangun Industri Pangan yang Kuat Menghadapi MEA 2015”. Seminar menghadirkan Dr.Ir. Arif Budimanta, MSc. (Staf Khusus Kementerian Keuangan) dan Prof. Muhammad Ikhsan Ph.D (Tim Ahli Wakil Presiden). 

Adhi menyatakan, “Industri Makanan dan Minuman di Indonesia memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data yang ada menunjukkan, bahwa pertumbuhan dan nilai investasi di sektor pangan selalu meningkat dalam beberapa kurun waktu terakhir. Bahkan kontribusi Industri mamin terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) cukup signifikan.”

Ia menambahkan, pada masa-masa mendatang, tantangan yang dihadapi oleh industri pangan Indonesia akan semakin berat.
Persaingan menjadi lebih ketat, apalagi dengan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 ini. Oleh sebab itu, industri pangan Indonesia perlu merapatkan barisan untuk memperkuat daya saing, sekaligus menciptakan
iklim bisnis yang sehat.

Selepas acara RUA, GAPMMI juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Wakil Presiden RI, di Istana Wakil Presiden untuk berdialog serta memberikan masukan seputar perkembangan industri pangan Indonesia. Fri-08

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...