INDUSTRI PANGAN FUNGSIONAL INDONESIA: Peluang untuk Membangun Kesehatan Bangsa

 

Dalam berbagai pustaka, perkembangan industri pangan fungsional tidak bisa dilepaskan dari Jepang. Di Jepang, industri pangan fungsional mulai berkembang dengan baik sejak awal tahun 1980an. Hal ini antara lain disebabkan karena konsumen Jepang yang mulai menyadari hubungan erat antara pangan dan kesehatan; dan mempunyai kepercayaan yang tinggi tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan dengan cara konsumsi pangan tertentu yang mempunyai fungsi-fungsi kesehatan.

Sejak tahun 1991, dalam rangka mengendalikan dan mengurangi biaya kesehatan terus meningkat, diluncurkanlah satu kategori pangan dengan potensi manfaat kesehatan - yang sekarang popular disebut sebagai FOSHU; yaitu Foods for Specified Health Uses (Ashwell, 2002). Dengan diluncurkannya satu kategori pangan khusus ini (FOSHU), pemerintah Jepang mengembangkan sistem penilaian dan persetujuan (approval) terhadap produk industri pangan yang telah ditunjukkan mempunyai manfaat khusus bagi kesehatan, dan untuk produk tersebut bisa mencantumkan logo FOSHU khusus (Gambar 1). Sejak itu, industri FOSHU berkembang dengan pesat, dan menjadikan Jepang sebagai salah satu negara yang banyak mengekspor produk dengan manfaat kesehatan. Jepang juga menjadi acuan banyak Negara dalam mengembangkan industri pangan fungsionalnya.


Oleh: Purwiyatno Hariyadi
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Mei 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id

 

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...