SIARAN PERS BADAN POM GEREBEK DISTRIBUTOR PANGAN ILEGAL YANG DIJUAL SECARA ONLINE



Menindaklanjuti hasil Intensifikasi Pengawasan Obat dan Makanan Menjelang dan Selama Bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1436H, Balai Besar POM di Jakarta pada 17 Juni 2015 telah berhasil menggerebek sebuah gudang beralamat di Komplek Pergudangan Elang Laut Blok I Daerah Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, yang menyimpan pangan olahan impor ilegal (tanpa izin edar).

Berhasil disita sebanyak 22 item (7.762 kemasan) pangan ilegal dan 2 item (96 kemasan) kosmetika ilegal (tanpa nomor notifikasi) dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 500 juta rupiah. Temuan pangan dan kosmetika ilegal tersebut merupakan produk untuk bayi yang dijual secara online, antara lain cereal, makanan bayi siap santap, biskuit dan snack, serta sabun dan shampoo. Menurut pengakuan pelaku, produk-produk tersebut ditawarkan secara online. Konsumen dapat memesan dan membeli secara online, kemudian produk diantar ke alamat konsumen. Pelaku juga mengaku mendapat produk tersebut secara online.

Sementara itu, hasil intensifikasi pengawasan pangan dan kosmetika secara nasional sejak 25 Mei hingga 18 Juni 2015, ditemukan sebanyak 36.207 kemasan pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK), yang terdiri dari pangan ilegal 18.701 kemasan, pangan kedaluwarsa 15.707 kemasan, dan pangan rusak 1.799 kemasan dengan nilai keekonomian lebih dari satu setengah milyar rupiah. Selain itu juga ditemukan 12.770 kosmetika ilegal dan mengandung bahan berbahaya dengan nilai keekonomian lebih dari 257 juta rupiah.

Dihimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati membeli produk, termasuk yang dijual secara online. Apabila masyarakat menduga adanya pemasaran dan peredaran pangan dan kosmetika ilegal dan mengandung bahan berbahaya, dapat menghubungi contact center HaloBPOM 1- 500- 533 atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Jakarta, 18 Juni 2015 Biro
Hukum dan Humas Badan POM
Telepon/Fax : (021) 4209221
Email : hukmas@pom.go.id, humasbpom@gmail.com

Artikel Lainnya

  • Jan 16, 2019

    Kolaborasi dalam Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan

    Sistem rantai nilai pangan berkelanjutan tidak akan berjalan tanpa kerja sama antara petani kecil, pelaku industri, pemerintah, dan institusi riset. ìSemua tantangan ini bisa kita jawab secara bersama-sama, untuk itu kita semua perlu untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi, ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri. ...

  • Jan 16, 2019

    PT Abadi Nusa: Optimalkan Layanan Setelah Penjualan

    Proses atau layanan setelah penjualan (after sale services) merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen jika akan membeli atau menggunakan suatu alat analisis. Rumit dan kendala teknis sering menjadi salah satu faktor terbesar untuk memperoleh layanan setelah penjualan.  ...

  • Jan 15, 2019

    Potensi Kearifan Lokal Indonesia

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menegaskan bahwa Indonesia perlu fokus dalam membenahi agrobisnis utamanya dalam mendukung produksi bahan baku industri dari dalam negeri dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sekaligus kearifan lokal. Kekayaan budaya Indonesia yang masih dilestarikan hingga kini menjadi sebuah optimisme dalam mengembangkan berbagai produk pangan berdaya saing global.  ...

  • Jan 14, 2019

    Menggali Keunggulan Kompetitif dan Komparatif Industri Pangan

    Industri pangan memiliki nilai ekspor terbesar dalam kelompok hasil industri. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan nilainya mencapai 26.27 juta USD pada 2016. Tantangan nyata bagi agroindustri Indonesia adalah bagaimana meningkatkan keseimbangan perdagangan agroindustri, yakni membuat nilai ekspor lebih besar dari nilai impor ...

  • Jan 13, 2019

    Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

    Tantangan di era 4.0 terus menjadi topik bahasan yang menarik. Kali ini dunia agrobisnis menjawabnya dengan beberapa sistem yang dapat diterapkan pada industri pangan seperti sistem rantai nilai pangan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Dari pihak praktisi industri, General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Stefanus Indrayana memaparkan bahwa konsep sistem rantai nilai pangan berkelanjutam berbasis kearifan lokal sebagai langkah terbaik yang dapat dilakukan industri pangan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan.   ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland