SIAL INTERFOOD 2015: Semakin Mengglobal


Kerja sama antara SIAL Group dan Krista Exhibitions menghasilkan gelaran Pameran SIAL INTERFOOD 2015 yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran pada 11 hingga 14 November.  SIAL Group merupakan salah satu penyelenggara pameran dengan jaringan terluas di dunia dengan pengalaman mencapai 50 tahun.  Sedangkan Krista telah berpengalaman menyelenggarakan pameran INTERFOOD selama 14 tahun. 

Daud D. Salim, Direktur Krista Exhibitions, mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut telah meningkatkan jumlah peserta dan luas area pameran.  “Pameran kali ini dihadiri oleh lebih dari 800 perusahaan lokal dan luar negeri,” tutur Daud.  Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, menyambut baik terlaksananya pameran tersebut.  “Pameran ini diharapkan dapat mendukung kemajuan industri pangan nasional,” kata Panggah.

Bersamaan dengan pameran tersebut juga diselenggarakan beberapa seminar seperti “Kendala dan Peluang dalam Pemasaran Jamu di Indonesia dan International”, “Rahasia Kopi Ternyata Bukan Hanya Gaya Hidup” serta beberapa demo masak dari beberapa Chef ternama.  Selain itu juga diselenggakan kompetisi memasak, seperti Cooking Competition by ICA; Classic Bartending Competition, Flair Bartending Competition, Service Rally Competition by IFBEC; Indonesia Barista Championship, Indonesia Latte Art Championship, Indonesia Brewers Cup, and Indonesia Cup Tasters Championship by SCAI; Cake Decoration Display; Demo Gelato; Fish Cooking Competition (KKP), dan lainnya.

FOODREVIEW INDONESIA dan KULINOLOGI INDONESIA juga turut hadir menyapa para pengunjung SIAL INTERFOOD 2015.  Selama pameran, stand FOODREVIEW dan KULINOLOGI begitu ramai menarik minat pengunjung.  Fri-09

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...