15 Tahun Kiprah Badan POM dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat


“Penguatan Kemitraan untuk Pengawasan dan Pelayanan di Era MEA”

Sejak tahun 2001, Badan POM telah berperan melakukan pengawasan keamanan, manfaat dan mutu produk Obat dan Makanan yang beredar di Indonesia. Memasuki Era MEA yang dimulai akhir 2015 lalu, fokus Badan POM mengarah pada penguatan daya saing ekonomi produk Obat dan Makanan, terutama melalui peningkatan kemitraan dengan seluruh komponen bangsa. 

Menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak demi keberhasilan sistem pengawasan Obat dan Makanan, Badan POM kembali mengukuhkan sinergi kemitraan dengan beberapa instansi. Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15, Badan POM melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI), Kementerian Perdagangan RI, dan Universitas Indonesia. Nota Kesepahaman tersebut dimaknai sebagai perwujudan peningkatan kerja sama dalam rangka pengawasan dan penyidikan tindak pidana di bidang Obat dan Makanan, pengawasan dan pembinaan dalam upaya perlindungan konsumen dan peningkatan daya saing produk obat dan makanan, serta kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Terkait dengan tujuan peningkatan daya saing bangsa melalui peningkatan mutu produk Obat dan Makanan, Badan POM terus mendorong para pelaku usaha untuk berperan aktif mewujudkan hal tersebut. Untuk itu, pada hari ini juga dilakukan penggalangan komitmen dari masing-masing asosiasi/gabungan pelaku usaha dengan fokus mengedepankan tindakan pencegahan melalui Risk Management Program oleh para pelaku usaha. 

Selain memperkuat kemitraan, Badan POM kembali meluncurkan berbagai inovasi program guna mendukung pengawasan Obat dan Makanan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program tersebut mengacu pada strategi Badan POM tahun 2016. Beberapa strategi tersebut antara lain peningkatan daya saing melalui pemberlakuan sistem online untuk memudahkan pelaku usaha mendapatkan izin edar. Strategi lainnya adalah peningkatan partisipasi publik melalui program utama yaitu pencanangan Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GN-POPA) yang bertujuan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat dalam mengonsumsi Obat dan Makanan yang aman; diikuti dengan peluncuran beberapa aplikasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses data terkait dengan Obat dan Makanan, yaitu aplikasi Cek BPOM dan Sistem Pelaporan Informasi Masyarakat – Keracunan Kejadian Luar Biasa (SPIMKer KLB) Pangan. Selanjutnya, strategi yang juga menjadi fokus Badan POM adalah peningkatan pelayanan publik, yang diwujudkan melalui peluncuran aplikasi Special Access Scheme (SAS) Online untuk memfasilitasi pendaftaran uji klinik dan pemasukan obat ke Indonesia melalui jalur khusus, serta percepatan pelayanan Analisa Hasil Pemeriksaan (AHP) sebagai dasar penerbitan Surat Persetujuan Impor atau Surat Persetujuan Ekspor dengan target percepatan pelayanan AHP dari 8 hari kerja menjadi 3 hari kerja.  Fri-09

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...