Herbal dan Rempah Indonesia Menjawab Tantangan MEA


Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang beranekaragam. Berbagai jenis tanaman herbal dan rempah tumbuh subur dan melimpah di Indonesia. Bahkan sejak zaman kolonial dahulu, potensi herbal dan rempah Indonesia telah dilirik oleh bangsa asing. Hal tersebut semakin menguatkan potensi herbal dan rempah Indonesia sebagai ingridien untuk dikonsumsi. 

Senior ahli teknologi pangan, Prof. Dr. FG Winarno dalam seminar "Development of Herbs and Spices Based Product as Indonesia Indigenous Functional Food" yang digelar oleh Himitepa IPB menuturkan, herbal dan rempah Indonesia dapat mengatasi masalah inflamasi. Herbal dan rempah mengandung polifenol dalam jumlah yang melimpah. Contohnya pada bawang yang memiliki quercetin dan alicin yang bersifat anti inflamasi. Beberapa teknologi yang digunakan dalam menggunakan herbal dan rempah dalam industri pangan dijelaskan oleh Direktur SEAFAST Center IPB, Prof. Dr. Nuri Andarwulan, MS. Dia menerangkan mengenai prinsip-prinsip teknologi yang dapat diterapkan dalam membuat produk instan, misalnya penggunaan rempah-rempah pada bumbu mi instan. Teknologi hot filling dapat digunakan dalam meramu bumbu mi instan.

Seminar tersebut diselenggarakan pada 9 Oktober 2016 bersamaan dengan Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan ke-24 di Gedung Andi Hakim Nasution IPB, kampus Darmaga Bogor. Serangkaian acara tersebut diselenggarakan dengan tujuan dapat memberikan informasi mengenai potensi herbal dan rempah Indonesia untuk diekspor sekaligus mendukung Indonesia dalam menghadapi tantangan MEA. Fri-30

Artikel Lainnya

  • Jan 23, 2018

    Sejarah Pembuatan Produk Bakeri dengan Enzim

    Selama ratusan tahun, gandum digunakan untuk pembuatan roti dan proses pemanggangan roti telah dilakukan oleh Bangsa Mesir kuno.  Enzim pertama yang digunakan pada pembuatan roti adalah malted barley lebih dari 100 tahun yang lalu untuk meningkatkan kandungan amilase dalam tepung terigu dan memperbaiki proses pembuatan roti. a-amilase dari jamur mulai digunakan pada industri bakeri pada tahun 1960an. Enzim ini efektif dalam mendegradasi sebagian damaged starch dan sering ditambahkan ke dalam tepung sebagai suplemen untuk meningkatkan sifat yang diinginkan seperti oven spring dan warna cokelat pada crust. Namun enzim ini mempunyai keterbatasan efek antistaling karena keterbatasan pada stabilitas suhu tinggi.  ...

  • Jan 23, 2018

    Cita Rasa Buah Kalengan Sebagai Ingridien Pangan

    Sebagai bahan pangan, buah tidak hanya dikonsumsi sebagai bahan mentah saja, namun juga sebagai produk olahan yang dapat diaplikasikan pada produk pangan lain. Misalnya pada produk bakeri dan patiseri, buah olahan bisa menjadi pilihan topping yang manarik. Penambahan ingridien buah memberikan nilai tambah pada sensoris produk, baik cita rasa maupun kenampakan. Salah satu produk olahan yang mudah ditemui di pasar adalah buah kalengan. ...

  • Jan 22, 2018

    Produk Roti Berlabel Khusus Menjadi Tren di Eropa

    Selain klaim-klaim kesehatan, Euromonitor (2015) juga mencatat di sektor roti di Eropa bahwa sebagian besar produk bakeri menjual label khusus karena melihat bahwa konsumen Eropa akan membayar lebih untuk produk semacam itu. Produk seperti roti vegetarian, bersertifikat kosher atau halal pun bermunculan sebagai alternatif meski pangsa pasarnya masih terbatas. Namun demikian, tren makanan sehat tetap masih yang utama. ...

  • Jan 20, 2018

    Preferensi Konsumen Terhadap Produk Bakeri

    Konsumen mempunyai kriteria tertentu terhadap mutu roti terutama kesegaran (freshness) dan aroma roti. Bread staling merupakan perubahan fisiko-kimia yang kompleks yang terjadi secara perlahan sehingga menyebabkan pengerasan crumb dan pelunakan crust sehingga roti kehilangan kesegarannya. Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga kelembutan roti sehingga kesegaran roti dapat terjaga dalam waktu yang lebih lama. Di samping itu, tingkat kesukaan konsumen terhadap roti juga berbeda-beda, misalnya roti sandwich Inggris mempunyai struktur crumb yang lembut dan tekstur sangat halus, namun tidak populer di Perancis yang menyukai baguettes dengan crust yang renyah, berlubang besar dan crumb yang kenyal.  ...

  • Jan 19, 2018

    Perlunya Pendekatan Keamanan Pangan untuk Kontaminan Hasil Proses

    Menurut Codex Alimentarius, kontaminan merupakan setiap substansi yang tidak sengaja ditambahkan ke dalam bahan pangan atau pakan yang akan muncul sebagai hasil proses produksi, pengolahan, penyiapan, pengemasan, transportasi dan penyimpanan sebelum distribusi, ataupun hasil dari kontaminasi lingkungan. Pengertian tersebut tidak termasuk bagian serangga, rambut, hewan pengerat, dan bahan dari lingkungan eksternal lainnya. ...