Regulasi Klaim Produk Pangan dan Perkembangannya.



Perkembangan produk pangan dengan klaim kesehatan terus meningkat didukung dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Produk pangan olahan mempunyai kontribusi besar dalam konsumsi bahan pangan yang masuk ke dalam tubuh manusia. Rata-rata konsumsi produk pangan olahan mencapai seperempat bagian dari total konsumsi harian. Hal tersebut menjelaskan bahwa produk pangan memiliki potensi perkembangan yang besar.
 
Dalam FOODREVIEW INDONESIA In-depth Seminar bertajuk Challenges and Opportunities of Functional Food Industry yang diselenggarakan di IPB International Convention Center, Bogor pada 13 Oktober 2016, Kepada Sub Direktorat Standarisasi Pangan Khusus Badan POM, Yusra Egayanti, S.Si, Apt menjelaskan bahwa regulasi terbaru tentang klaim produk pangan diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor 16 tahun 2016. Dalam peraturan tersebut, istilah pangan fungsional yang dipakai pada peraturan sebelumnya diganti dengan produk pangan berklaim. Sehingga, secara garis besar ada tiga kelompok produk pangan yang diatur dalam peraturan baru ini yaitu klaim kandungan gizi, klaim fungsi kesehatan, serta klaim fungsi lain. Ada beberapa klaim baru yang dikeluarkan yaitu klaim “free from” seperti klaim bebas gula dan klaim isonotik. Selain ada juga klaim yang dihapus seperti klaim terkait indeks glikemiks (IG) karena belum bisa mempertimbangkan glycemic load (GL) dari produk. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...

  • Mei 21, 2018

    Mengenal asam lemak trans dalam produk pangan

    Lemak merupakan salah satu bahan tambahan yang banyak digunakan pada produk bakeri. Lemak pada produk bakeri memberikan beberapa manfaat seperti dapat memperbaiki tekstur, memberikan efek yang glossy serta memberikan flavor yang lebih baik dan gurih. Lemak pada produk bakeri merupakan komponen yang tak terpisahkan dan keberadaanya dapat menentukan kualitas dari suatu produk bakeri. Selain produk bakeri, beberapa produk lain yang juga menggunakan lemak dalam proses produksinya adalah krimer kopi, makanan ringan, es krim, dan makanan cepat saji. Bahkan, beberapa diantara produk tersebut juga menggunakan asam lemak trans pada produksinya.  ...

  • Mei 19, 2018

    Tantangan aplikasi pewarna alami untuk produk pangan

    Atribut warna pada produk pangan menjadi atribut penting bagi konsumen untuk memilih suatu produk pangan. Konsumen cenderung memilih produk pangan dengan warna yang menarik, sebelum memperhatikan atribut lainnya. Berdasarkan sumbernya, pewarna makanan dibedakan menjadi dua jenis, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diproduksi dari proses ekstraksi senyawa pemberi warna dari bahan-bahan alami, melalui proses dan teknologi yang cukup panjang, sedangkan pewarna sintetis berasal dari bahan-bahan kimia sintetis yang penggunaannya diizinkan sebagai pewarna makanan. Baik pewarna alami maupun pewarna sintetis memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. ...