Saatnya Kaum Muda Kembangkan Kakao Indonesia


Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia yang diikuti dengan tingginya permintaan dan kestabilan harga. Pada akhir 2015, diketahui komoditas kakao berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) sebesar 9%. Namun, hal tersebut belum diiringi oleh ketertarikan dan partisipasi kaum muda di sektor pertanian kakao, yang berdampak pada keberlanjutan sektor ini di masa mendatang. Fakta tersebut tercermin dari hasil penelitian Mondelez Indonesia bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memperlihatkan rendahnya partisipasi kaum muda dalam pertanian kakao. Selain itu, petani kakao masih didominasi oleh small holder farmer atau petani dengan lahan kecil yang berusia di atas 40 tahun.

"Kaum muda sebagai generasi penerus merupakan pilar penting dalam program Cocoa Life. Kami bergerak untuk menjadikan pertanian kakao sebagai wadah yang menjanjikan bagi kaum muda untuk tumbuh dan berkarir," tutur Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affair Mondelez Indonesia, dalam acara Youth Engagement in Sustainable Agriculture yang di selenggarakan di Jakarta pada 15 November 2016.

Di antara solusi yang ditawarkan adalah dengan mendukung dan memfasilitasi kaum muda dengan mengadakan pelatihan pertanian kakao. Selain itu, pemuda juga dilibatkan dalam komunitas dalam rangka penyediaan alat-alat pertanian kakao. KI-29

Artikel Lainnya

  • Ags 18, 2018

    Manfaat Penggunaan Teknologi Plasma Pada Produk Susu dan Jus

    Penggunaan proses plasma dingin memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat menginaktivasi mikroorganisme secara efisien pada suhu rendah (<50oC), kompatibel dengan hampir sebagian besar kemasan produk dan kemasan modified atmospheres, mengurangi penggunaan bahan pengawet, tidak mengahasilkan residu dan dapat diaplikasikan pada produk pangan padat maupun cair. ...

  • Ags 17, 2018

    Jenis-Jenis Teknologi Plasma untuk Produk Minuman

    Teknologi plasma dibagi menjadi dua jenis yakni denominated nonthermal plasma (NTP) atau plasma dingin (cold plasma) dan thermal plasma. Plasma dingin dihasilkan pada suhu 30-60OC di bawah tekanan atmosfer atau ruang hampa (vacuum) dan membutuhkan lebih sedikit daya. Hal tersebut sangat sesuai jika diaplikasikan pada produk yang sensitif pada panas karena ion dan molekul yang tidak bermuatan mendapatkan sedikit energi dan stabil pada suhu rendah.  ...

  • Ags 16, 2018

    Teknologi Plasma Dingin Pada Minuman Susu dan Jus

    Umur simpan yang panjang pada produk susu khususnya banyak dipengaruhi oleh keberadaan bakteri di dalam produk. Proses thermal dapat meningkatkan keamanan mikrobiologis pada produk susu, namun proses tersebut juga dapat merusak unsur sensori, zat gizi, dan beberapa psysicochemical lainnya (Misra dkk, 2017). Penggunaan proses nonthermal dapat memenuhi aspek keamanan pangan suatu produk serta dapat meningkatkan kateristik sensori dan zat gizi serta dapat menjaga senyawa-senyawa bioaktif yang tidak stabil. Beberapa metose proses nonthermal yang dapat diaplikasikan diantaranya adalah proses tekanan tinggi (high hydrostatic pressure), ultrasound, supercritical carbon dioxide technology, irradiasi, dan plasma dingin.  ...

  • Ags 15, 2018

    Tantangan Produk Minuman Dalam Menggunakan Protein

    Tantangan terhadap produk minuman susu dengan penggunaan protein adalah stabilitas protein. Salah satu cara untuk menjaga stabilisasi pada protein di produk susu adalah dengan menggunakan salah satu hidrokoloid yakni microcrystalline cellulose (MCC). MCC adalah selulosa yang dimurnikan dan sebagian dipolimerasi yang dibuat dengan perlakuan terhadap alpha-cellulose yang diperoleh dari serbuk kayu dan asam mineral. Terdapat dua jenis MCC yang digunakan sebagai ingridien pangan yakni MCC bubur: MCC murni dan MCC koloidal atau MCC yang diproses dengan larutan hidrokoloid seperti gum selulosa.  ...

  • Ags 14, 2018

    Perpaduan Protein Pada Produk Minuman Ringan

    Penggunaan perpaduan antara protein hewani dan protein nabati untuk digunakan dalam suatu produk pangan juga dapat memberikan cita rasa serta manfaat kesehatan yang berbeda. Perpaduan antara protein dari kedelai dan produk dairy akan meningkatkan nilai ekomonis, memperbaiki cita rasa, menyeimbangkan volatilitas tanpa memengaruhi kualitas protein. Sedangkan pada perpaduan kedelai dengan tanaman lain dapat meningkatkan kualitas protein, menambahkan manfaat kesehatan serta dapat menyeimbangkan fungsionalitas dari suatu produk.  ...