Sertifikasi Halal: Sinergi Kementerian Agama dan MUI



Halal telah menjadi salah satu nilai tambah dari sebuah produk pangan di samping aspek mutu dan keamanan pangan yang merupakan kepuasan dan kebutuhan konsumen. Berdasarkan data dari Global State of Islam Economic (2013), proyeksi laju permintaan terhadap produk halal sebesar 9% per tahun. Sehingga diperkirakan pada 2019 nilai produk halal mencapai US$ 3,7 triliun. 

Sektor pertanian, termasuk pangan, menempati posisi kedua dalam potensi pasar halal setelah produk kosmetik. Kebijakan halal di Indonesia tercantum dalam Undang-Undang no. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Dalam UU tersebut disebutkan bahwa produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertikat halal. “Sehingga sertikasi halal bukan lagi menjadi hal yang bersifat voluntary, namun telah menjadi perintah (mandatory),”  tutur Muti Arintawati, Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dalam Seminar Food Safety Packaging yang diselenggarakan di Jakarta pada 24 November 2016 lalu.

Berdasarkan UU JPH, maka diharapkan 5 tahun setelah pengesahannya yaitu pada 2019 nanti, semua pelaku usaha industri pangan sudah menerapkan sertifikasi halal. Dalam pelaksanaan sertifikasi halal, Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemenag membentuk badan yang disebut Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai koordinator pusat sertifikasi halal. Di sisi lain, MUI dalam hal ini mempunyai dua peran yang terbagi dalam sidang fatwa MUI dan LPPOM MUI.  Sidang Fatwa MUI berwenang memutuskan halal atau tidaknya suatu produk, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan oleh auditor. Sedangkan, LPPOM MUI berperan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap sampel produk.Jadi, Kemenag dan MUI menjadi satu kesatuan kerja dalam alur proses sertifikasi halal. Saat ini BPJPH sedang dibentuk, dengan menentukan struktur anggota di dalamnya, sehingga diharapkan pada 2017 nanti BPJPH dapat berjalan sesuai perannya. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Feb 23, 2019

    Meningkatkan Antioksidan Produk Bakeri

    Memperkaya produk pangan dengan komponen fungsional telah umum digunakan untuk meningkatkan sifat yang lebih menyehatkan. Roti gandum merupakan salah satu produk yang berhasil dikembangkan untuk memiliki potensi antioksidan. Roti dengan kadar antioksidan yang lebih tinggi sangat diminati karena perannya dalam meningkatkan kesehatan seperti perlindungan terhadap banyak penyakit. Secara umum, kadar antioksidan dari roti berasal dari senyawa fenolik dan bukan dari senyawa yang lain. Untuk itu, penambahan senyawa fenolik banyak dilakukan dengan menambahkan bahan tanaman yang kaya akan senyawa fenolik. ...

  • Feb 22, 2019

    Bahan Pengganti Garam pada Produk Bakeri

    Pengurangan konsumsi garam salah satunya dapat dilakukan dengan mengganti komponen garam dalam produk pangan dengan bahan pengganti garam, yaitu ingridien yang memberikan cita rasa asin namun tidak mengandung natrium di mana garam biasanya menggunakan satu atau campuran dari beberapa garam anorganik. Kation natrium dapat digantikan dengan satu atau kombinasi dari anion, seperti kalium, kalsium dan litium. ...

  • Feb 21, 2019

    Strategi Pengurangan Garam dalam Produk Bakeri

    Garam memberikan pengaruh terhadap cita rasa produk dan memiliki beberapa sifat yang menguntungkan, misalnya kelarutan dalam air yang baik  serta fungsi garam dalam menurunkan aktivitas air. Silow dkk. (2016) menjelaskan bahwa roti dan produk sereal lainnya memberikan kontribusi sebesar 30% dalam konsumsi garam pada masyarakat Eropa. Meskipun terlihat mudah, upaya pengurangan kandungan garam dalam produk bakeri tidak mudah karena garam memegang peran dalam kemudahan proses produksi dan karakteristik kualitas produk akhir. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil akhir penurunan garam dibutuhkan strategi dan reformulasi produk. ...

  • Feb 20, 2019

    Bahan Tambahan Pangan pada Teh Siap Minum

    Berbagai inovasi pada teh siap minum tentu menjadikan proses pengolahan menjadi semakin kompleks. Jika dahulu, bahan baku proses pembuatan teh hanya melibatkan daun atau ekstrak teh dengan air, serta tambahan gula. ...

  • Feb 19, 2019

    Penanganan Gula Amorf pada Proses Pembuatan Cokelat

    Dalam proses penghalusan massa cokelat, disebutkan adanya gumpalan yang terbentuk pada permulaan proses dalam mesin conche. Gumpalan yang terbentuk  ini pada awalnya memiliki struktur yang lunak, tetapi selang beberapa saat dalam  proses conche, gumpalan ini akan berubah sifatnya menjadi keras. Karena sifatnya yang sangat keras, massa cokelat harus disaring dengan benar. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel yang bersifat amorf dari gula dan laktosa dalam susu yang akan berubah dari bentuk amorf menjadi bentuk kristal.  ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland