Klarifikasi MUI Menjawab Isu Kandungan Babi Dalam Produk Pangan


 

Beberapa minggu terakhir ini masyarakat kembali dibuat resah dengan beredarnya berita miring tentang beberapa produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Isu adanya kandungan babi dalam produk-produk pangan bersertifikasi halal membuat konsumen bingung dalam memilih produk. 

 

 
Majelis Ulama Indonesia dalam surat pemberitahuan Nomor DN23/Dir/LPPOM MUI/XII/16 dalam release-nya yang diterima redaksi FOODREVIEW INDONESIA, mengklarifikasi isu kandungan babi dalam produk MSG Sasa, Tepung Bumbu Sasa, Masako, MSG Ajinomoto, Tepung Bumbu Sajiku, Saos Tiram Saori, Indomie Mie Instan Goreng, serta Royco.

Berdasarkan hasil audit dan penulusuran bahan, tidak ditemukan adanya kandungan babi pada produk-produk tersebut. Selain itu, hasil analisis laboratorium dari sampel pasar yang menggunakan metode real time PCR juga menguatkan hasil audit yang telah dilakukan sebelumnya yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan babi dalam produk-produk tersebut. FRI-29

Artikel Lainnya

  • Jan 16, 2019

    Kolaborasi dalam Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan

    Sistem rantai nilai pangan berkelanjutan tidak akan berjalan tanpa kerja sama antara petani kecil, pelaku industri, pemerintah, dan institusi riset. ìSemua tantangan ini bisa kita jawab secara bersama-sama, untuk itu kita semua perlu untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi, ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri. ...

  • Jan 15, 2019

    Potensi Kearifan Lokal Indonesia

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menegaskan bahwa Indonesia perlu fokus dalam membenahi agrobisnis utamanya dalam mendukung produksi bahan baku industri dari dalam negeri dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sekaligus kearifan lokal. Kekayaan budaya Indonesia yang masih dilestarikan hingga kini menjadi sebuah optimisme dalam mengembangkan berbagai produk pangan berdaya saing global.  ...

  • Jan 14, 2019

    Menggali Keunggulan Kompetitif dan Komparatif Industri Pangan

    Industri pangan memiliki nilai ekspor terbesar dalam kelompok hasil industri. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan nilainya mencapai 26.27 juta USD pada 2016. Tantangan nyata bagi agroindustri Indonesia adalah bagaimana meningkatkan keseimbangan perdagangan agroindustri, yakni membuat nilai ekspor lebih besar dari nilai impor ...

  • Jan 13, 2019

    Sistem Rantai Nilai Pangan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

    Tantangan di era 4.0 terus menjadi topik bahasan yang menarik. Kali ini dunia agrobisnis menjawabnya dengan beberapa sistem yang dapat diterapkan pada industri pangan seperti sistem rantai nilai pangan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Dari pihak praktisi industri, General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Stefanus Indrayana memaparkan bahwa konsep sistem rantai nilai pangan berkelanjutam berbasis kearifan lokal sebagai langkah terbaik yang dapat dilakukan industri pangan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan.   ...

  • Jan 12, 2019

    Pangsa Ekspor bagi Eropa

    Angka pasar global halal yang jauh lebih besar dibanding region lain ñbahkan dibanding sebuah negara besar seperti India dan Cinaómembuat banyak perusahaan produk pangan Eropa yang membidik pasar ekspor. Secara data, komoditas halal pun banyak didatangkan dari Eropa. Khusus daging halal, pada 2017 negara Prancis, Belanda, Spanyol, dan Turki termasuk negara 10 besar eksportir terbesar yang tujuannya mayoritas ke negara Muslim seperti Arab Saudi, Indonesia, dan Mesir.  ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland