Pentingnya Lemak dalam Produk Cokelat



Sebenarnya cokelat merupakan produk yang sederhana dipandang dari jenis bahan baku yang digunakan, karena hanya terdiri dari bahan baku gula, massa cokelat (cocoa mass) yang pada proses pengolahan berikutnya dapat dipisahkan menjadi lemak cokelat (cocoa butter) dan bubuk cokelat (cocoa powder), bahan pengemulsi lesitin, serta vanila sebagai bahan pemberi aroma. Perkembangan produk cokelat kemudian menghasilkan banyak varian produk yang menambahkan bahan susu bubuk (whole cream milk powder) ataupun produk turunannya seperti bubuk susu skim, bubuk whey, bubuk laktosa, lemak susu, serta bahan pangan lainnya seperti kacang mete, almond, buah kering, hingga bubuk cabe. Jenis bahan pengemulsi yang digunakan pun berkembang dengan tambahan PGPR/polyglycerol polyricinoleat sebagai pengatur yield value untuk sifat alir cokelat, terutama jika cokelat diaplikasikan untuk pelapis (coating/enrobing dan dipping).  

Umumnya orang berpendapat bahwa cokelat adalah produk pangan berbentuk padat yang akan meleleh di mulut saat dikonsumsi, namun cokelat merupakan produk pangan berbentuk cair bagi produk confectionery atau industri cokelat. Cokelat memiliki sifat alir (reologi) dan solidifikasi/kristalisasi unik pada proses pembuatannya, yakni untuk dituang ke dalam cetakan (moulding), sebagai pelapis pada produk cokelat praline, cake, biskuit, dan es krim, atau proses panning seperti dalam pembuatan cokelat chips dan mesis. Karena produk cokelat terdapat dalam bentuk suspensi partikel padatan dalam fasa minyak/lemak, di mana partikel padatannya berasal dari gula, cokelat, dan susu, maka sifat alir cokelat sangat ditentukan oleh jumlah dan jenis lemak yang terdapat dalam formula cokelat, baik lemak yang berasal dari massa atau lemak cokelat maupun lemak dari bahan susu, kacang, atau lainnya.  
 
Dr. Jenny Elisabeth dari Departemen R&D Edible Oil and Fat, Wilmar Indonesia akan membahas mengenai peran lemak dalam cokelat dan formulasinya. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada FOODREVIEW INDONESIA Vol 1, No 1, 2017 edisi "Innovation Challanges 2017" di www.foodreview.co.id atau pustakapangan.com

Artikel Lainnya

  • Mar 17, 2019

    Fungsi Tekstur dalam Produk Pangan

    Tekstur merupakan sifat penting pada produk pangan yang dapat memengaruhi penerimaan konsumen. Tekstur biasanya berkaitan dengan pengindraan atau uji organoleptik pada bahan padat, yaitu kesan di mulut setelah proses oral seperti mengunyah dan mencecap. Kesan tersebut antara lain kesan bertepung (mealy), berpasir (sandy), kesan lengket (sticky), dan lainnya.  ...

  • Mar 16, 2019

    Peran Hidrokoloid dalam Membentuk Tekstur Produk Pangan

    Tingginya permintaan konsumen terhadap variasi produk pangan membuat produsen berlomba ñ lomba menarik perhatian masyarakat dengan menghasilkan produk baru. Industri pangan juga dituntut untuk dapat menyediakan produkñproduk pangan olahan yang menarik dangan mutu yang baik, aman, serta memiliki harga jual yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. Mutu merupakan aspek penting yang harus dipenuhi dalam suatu  produk pangan. Mutu ini dapat diartikan sebagai karakteristik menyeluruh dari suatu wujud produk, yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan yang telah ditentukan.  ...

  • Mar 15, 2019

    Potensi Antioksidan dalam Black Garlic

    Meningkatnya kesadaran konsumen akan kesehatan pada tubuh memunculkan banyak inovasi serta terobosan baru yang dikembangkan dari produk atau komoditi  yang telah ada. Salah satu pengembangan komoditi yang kini banyak dirasakan memberi manfaat akan kesehatan adalah penggunaan black garlic (BG) atau bawang putih terfermentasi. Bawang putih telah lama digunakan sebagai bahan pemberi aroma dan memiliki potensi efek farmakologis seperti antibakteri, antioksidan, antikanker, dan mengandung zak aktif allicin yang memiliki efek bakteriostatis dan bakteriosidal (Untari, 2010).  ...

  • Mar 14, 2019

    Tren Produk Pangan Berbasis Protein Nabati

    Protein merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dan harus dipenuhi dalam jumlah yang cukup. Tubuh mendapatkan asupan protein dengan cara mengonsumsi pangan yang mengandung sumber protein, baik dari nabati maupun hewani. Protein nabati atau protein berbasis tanaman merupakan tren baru bagi industri pangan di beberapa tahun terakhir ini....

  • Mar 14, 2019

    Pasar Hidrokoloid Rumput Laut

    Penggunaan hidrokoloid dari ekstrak turunan rumput laut mencapai  40% dalam pangan. Karagenan adalah ekstrak rumput laut yang paling penting, dengan pasar terbesar yaitu pada produk  pangan yang meliputi susu dan daging. Sedangkan agar secara luas digunakan sebagai bahan pangan tradisional yang diproduksi di Asia untuk menyuplai pasar lokal. Baik agar dan karagenan memiliki pasar sektor non-pangan yang relatif kecil. Alginat sangat berbeda dari dua produk sebelumnya karena pasar alginat memiliki segmen industri besar yang menyumbang sekitar 60% dari keseluruhan pasar, namun lebih banyak digunakan dalam industri non-pangan.  ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland