Menjawab Kebutuhan Pasar Asia dengan Customer Innovation Centre


Kawasan Asia sangat dinamis dan pertumbuhannya cepat, namun semakin kompleks. Pasar menjadi semakin berkembang dalam segi segmentasi dan kebutuhan konsumen, dengan kondisi yang semakin kompetitif, dimana teknologi juga berkembang pesat serta terjadi peningkatan perdagangan lintas batas. 
 
"Dengan begitu pemilik merek harus lebih fokus pada kemampuan kustomisasi, inovasi dan lebih cepat tanggap terhadap tuntutan pasar,” kata Bert Jan Post, Wakil Presiden Pemasaran dan Manajemen Produk, Tetra Pak Asia Tenggara, Asia Timur & Oseania dalam siaran pers yang diterima FOODREVIEW INDONESIA pada 18 Mei lalu. 
 
Merespon hal itu, Tetra Pak memperkenalkan Pusat Inovasi Pelanggan atau Customer Innovation center (CIC), yang dimaksudkan untuk menjawab perkembangan kebutuhan atas pesatnya pertumbuhan pasar Asia. CIC ditujukan untuk membantu para pengusaha manufaktur makanan dan minuman di kawasan Asia, termasuk Indonesia untuk menemukan peluang-peluang pertumbuhan baru, meningkatkan dan menciptakan inovasi produk untuk memberikan solusi terbaik bagi merek produknya.
 
CIC ini dirancang khusus dengan menggabungkan beragam keahlian dari Tetra Pak seperti infrastruktur dan proses lainnya untuk membantu pelanggan dalam mengembangkan ide dan mengevaluasi produk dalam seluruh rantai produksi. Fasilitas ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknologi terbaru yang dirancang untuk memfasilitasi proses pengembangan ide, menciptakan formulasi produk baru, mengembangkan prototipe produk, mengeksplorasi kemungkinan otomatisasi dan menyempurnakan produk hingga diluncurkan ke pasar. FRI-08

Artikel Lainnya

  • Okt 20, 2017

    Pengembangan Ingridien Berbasis Susu

    Pasar ingridien turunan susu mengalami terus mengalami peningkatan. Data United State Dairy Export Council (USDEC) menjelaskan bahwa Amerika Serikat mengekspor 52-54% total produk bubuk skim(SMP, skim milk powder) dalam tiga tahun terakhir. Pada 2016, produksi SMP Amerika Serikat sebanyak 1.047.013 MT dan 19% di antaranya didistribusikan ke Asia Tenggara. ...

  • Okt 19, 2017

    Prinsip Ke-9 Desain Saniter untuk Mesin dan Peralatan di Industri Pangan

    Prinsip ke-9 menyatakan bahwa desain, perencanaan dan pemilihan mesin dan peralatan di industri pangan bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri.  Melainkan, secara sanitasi sejak awal harus mempertimbangkan aspek kompatibilitas dengan mesin/peralatan dan sistem yang lainnya; misalnya dengan sistem kelistrikan, hidrolik, uap, udara, dan air.  ...

  • Okt 19, 2017

    Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surga di Industri Pangan

    Penggunaan energi baru dan terbaharukan merupakan cara konservasi energi yang bisa dilakukan selain dengan penghematan energi. Penggunaan energi alternatif tersebut sekarang mulai banyak dilakukan oleh industri, termasuk industri pangan. Diketahui bahwa proses produksi dan pabrikasi suatu industri sangat bergantung pada ketersediaan energi. Penghematan energi didukung dengan target yang dicanangkan  pemerintah melalui program satu juga pembangkit listrik tenaga surya atap. ...

  • Okt 18, 2017

    Pameran Industri Pangan Internasional akan Diselenggarakan di Jerman

    Saat ini industri pangan merupakan salah satu industri yang memiliki perkembangan pesat di dunia. Hal ini didukung dengan berbagai sarana dan prasarana yang mumpuni mulai dari bahan baku hingga pengemasan dan distribusi. Salah satu upaya penyebaran informasi efektif tentang penemuan dan inovasi pangan adalah melalui pameran yang digunakan sebagai platform bagi produsen dan konsumen, seperti diselenggarakan dalam skala internasional oleh Koelnmesse GmbH bernama Anuga Food Tec pada 21 -23 Maret 2018 di Cologne, Jerman. ...

  • Okt 17, 2017

    Pangan Steril Komersial dan Regulasinya

    ...