Menjawab Kebutuhan Pasar Asia dengan Customer Innovation Centre



Kawasan Asia sangat dinamis dan pertumbuhannya cepat, namun semakin kompleks. Pasar menjadi semakin berkembang dalam segi segmentasi dan kebutuhan konsumen, dengan kondisi yang semakin kompetitif, dimana teknologi juga berkembang pesat serta terjadi peningkatan perdagangan lintas batas. 
 
"Dengan begitu pemilik merek harus lebih fokus pada kemampuan kustomisasi, inovasi dan lebih cepat tanggap terhadap tuntutan pasar,” kata Bert Jan Post, Wakil Presiden Pemasaran dan Manajemen Produk, Tetra Pak Asia Tenggara, Asia Timur & Oseania dalam siaran pers yang diterima FOODREVIEW INDONESIA pada 18 Mei lalu. 
 
Merespon hal itu, Tetra Pak memperkenalkan Pusat Inovasi Pelanggan atau Customer Innovation center (CIC), yang dimaksudkan untuk menjawab perkembangan kebutuhan atas pesatnya pertumbuhan pasar Asia. CIC ditujukan untuk membantu para pengusaha manufaktur makanan dan minuman di kawasan Asia, termasuk Indonesia untuk menemukan peluang-peluang pertumbuhan baru, meningkatkan dan menciptakan inovasi produk untuk memberikan solusi terbaik bagi merek produknya.
 
CIC ini dirancang khusus dengan menggabungkan beragam keahlian dari Tetra Pak seperti infrastruktur dan proses lainnya untuk membantu pelanggan dalam mengembangkan ide dan mengevaluasi produk dalam seluruh rantai produksi. Fasilitas ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknologi terbaru yang dirancang untuk memfasilitasi proses pengembangan ide, menciptakan formulasi produk baru, mengembangkan prototipe produk, mengeksplorasi kemungkinan otomatisasi dan menyempurnakan produk hingga diluncurkan ke pasar. FRI-08

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...

  • Jul 12, 2018

    Memahami Terjadinya Age Gelation pada Produk Susu UHT

    Age gelation merupakan suatu fenomena meningkatnya viskositas susu secara tajam, yang akhirnya akan membentuk struktur gel pada susu UHT selama proses penyimpanan...

  • Jul 11, 2018

    Bioteknologi putih untuk industri yang berkelanjutan

    Bioteknologi putih  merupakan salah satu cabang ilmu bioteknologi yang diaplikasikan pada suatu industri. Bioteknologi industri dikhususkan menggunakan sel hidup seperti yeast, kapang, bakteri dan tumbuhan, serta enzim yang berfungsi untuk mensintesis produk yang mudah terdegradasi. Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi dan menciptakan produksi yang berkelanjutan.  ...