Menjawab Kebutuhan Pasar Asia dengan Customer Innovation Centre


Kawasan Asia sangat dinamis dan pertumbuhannya cepat, namun semakin kompleks. Pasar menjadi semakin berkembang dalam segi segmentasi dan kebutuhan konsumen, dengan kondisi yang semakin kompetitif, dimana teknologi juga berkembang pesat serta terjadi peningkatan perdagangan lintas batas. 
 
"Dengan begitu pemilik merek harus lebih fokus pada kemampuan kustomisasi, inovasi dan lebih cepat tanggap terhadap tuntutan pasar,” kata Bert Jan Post, Wakil Presiden Pemasaran dan Manajemen Produk, Tetra Pak Asia Tenggara, Asia Timur & Oseania dalam siaran pers yang diterima FOODREVIEW INDONESIA pada 18 Mei lalu. 
 
Merespon hal itu, Tetra Pak memperkenalkan Pusat Inovasi Pelanggan atau Customer Innovation center (CIC), yang dimaksudkan untuk menjawab perkembangan kebutuhan atas pesatnya pertumbuhan pasar Asia. CIC ditujukan untuk membantu para pengusaha manufaktur makanan dan minuman di kawasan Asia, termasuk Indonesia untuk menemukan peluang-peluang pertumbuhan baru, meningkatkan dan menciptakan inovasi produk untuk memberikan solusi terbaik bagi merek produknya.
 
CIC ini dirancang khusus dengan menggabungkan beragam keahlian dari Tetra Pak seperti infrastruktur dan proses lainnya untuk membantu pelanggan dalam mengembangkan ide dan mengevaluasi produk dalam seluruh rantai produksi. Fasilitas ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknologi terbaru yang dirancang untuk memfasilitasi proses pengembangan ide, menciptakan formulasi produk baru, mengembangkan prototipe produk, mengeksplorasi kemungkinan otomatisasi dan menyempurnakan produk hingga diluncurkan ke pasar. FRI-08

Artikel Lainnya

  • Jun 19, 2017

    Jenis Susu Fermentasi

    Menurut CODEX STAN 243-2003, susu fermentasi adalah hasil dari proses fermentasi susu yang dilakukan oleh mikroorganisme yang cocok sehingga menghasilkan penurunan pH dengan atau tanpa koagulasi. Mikroorganisme yang menjadi starter ini harus aktif, hidup (viable) dan berjumlah banyak dalam produk susu fermentasi sampai akhir masa simpan. Syarat mikroorganisme harus hidup dikecualikan untuk produk-produk yang menerapkan proses pemanasan setelah fermentasi. CODEX STAN 243-2003 juga memberikan pedoman bahwa syarat mikroorganisme yang menjadi kultur starter minimum memiliki populasi 107 cfu/g. ...

  • Jun 16, 2017

    Gellan Gum sebagai Penyetabil Minuman Nabati

    Saat ini minuman berbasis tumbuhan telah mengalami 'ledakan' penjualan. Pada tahun 2016 penjualan di Eropa Barat mencapai 1,5 milyar dollar. Minuman berbasis kedelai memiliki penjualan sebesar 1 milyar dollar dan merupakan yang paling dominan dan sekarang bersaing dengan minuman berbasis beras, almond, dan oats. ...

  • Jun 13, 2017

    Mikroba Kontaminan pada Keju

    Kontaminasi pada susu yang terjadi saat proses pemerahan dapat berasal dari faktor lingkungan ataupun dari sapi yang menderita mastitis atau penyakit infeksi lainnya. Selain itu, kontaminasi dapat terjadi sebelum atau sesudah pasteurisasi sehingga kontrol di setiap tahapan produksi sangat penting ...

  • Jun 12, 2017

    Bakteri Asam Laktat pada Keju

    Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang membutuhkan mikroba untuk pembuatannya. Setiap jenis keju memiliki komposisi mikroba yang berbeda-beda. Mikroba tersebutlah yang dapat memberikan sifat dankarakteristik tertentu pada keju. ...

  • Jun 10, 2017

    Penambahan Pengawet untuk Memperpanjang Umur Simpan Keju

    Keju merupakan produk turunan susu yang memiliki nilai gizi tinggi namun sangat rentan terhadap kerusakan fisik, kimia, dan biokimia. Produk ini merupakan sumber protein, mineral, dan kalsium, fosfor. Umur simpan merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam produk ini. ...