Jenis Susu Fermentasi


Menurut CODEX STAN 243-2003, susu fermentasi adalah hasil dari proses fermentasi susu yang dilakukan oleh mikroorganisme yang cocok sehingga menghasilkan penurunan pH dengan atau tanpa koagulasi. Mikroorganisme yang menjadi starter ini harus aktif, hidup (viable) dan berjumlah banyak dalam produk susu fermentasi sampai akhir masa simpan. Syarat mikroorganisme harus hidup dikecualikan untuk produk-produk yang menerapkan proses pemanasan setelah fermentasi. CODEX STAN 243-2003 juga memberikan pedoman bahwa syarat mikroorganisme yang menjadi kultur starter minimum memiliki populasi 107 cfu/g.

Susu fermentasi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu concentrated fermented milk, flavoured fermented milk, dan drinks based on fermented milk. Concentrated fermented milk adalah susu fermentasi yang kandungan
proteinnya telah ditingkatkan sebelum atau sesudah proses fermentasi sampai mencapai minimum 5.6%, Labneh, Ymer dan Stragisto merupakan contoh
produk susu fermentasi dalam kelompok ini. Flavoured fermented milks merupakan produk komposit susu yang mengandung maksimum 50% bahan baku
non susu seperti pemanis, buah, sayuran termasuk jus, puree, sereal, dan atau flavoring agent.

Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, PhD, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, IPB memaparkan selengkapnya di FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juni 2017 Managing Shelf Life of Dairy Products www.foodreview.co.id atau pustakapangan.com

Artikel Lainnya

  • Jun 19, 2017

    Jenis Susu Fermentasi

    Menurut CODEX STAN 243-2003, susu fermentasi adalah hasil dari proses fermentasi susu yang dilakukan oleh mikroorganisme yang cocok sehingga menghasilkan penurunan pH dengan atau tanpa koagulasi. Mikroorganisme yang menjadi starter ini harus aktif, hidup (viable) dan berjumlah banyak dalam produk susu fermentasi sampai akhir masa simpan. Syarat mikroorganisme harus hidup dikecualikan untuk produk-produk yang menerapkan proses pemanasan setelah fermentasi. CODEX STAN 243-2003 juga memberikan pedoman bahwa syarat mikroorganisme yang menjadi kultur starter minimum memiliki populasi 107 cfu/g. ...

  • Jun 16, 2017

    Gellan Gum sebagai Penyetabil Minuman Nabati

    Saat ini minuman berbasis tumbuhan telah mengalami 'ledakan' penjualan. Pada tahun 2016 penjualan di Eropa Barat mencapai 1,5 milyar dollar. Minuman berbasis kedelai memiliki penjualan sebesar 1 milyar dollar dan merupakan yang paling dominan dan sekarang bersaing dengan minuman berbasis beras, almond, dan oats. ...

  • Jun 13, 2017

    Mikroba Kontaminan pada Keju

    Kontaminasi pada susu yang terjadi saat proses pemerahan dapat berasal dari faktor lingkungan ataupun dari sapi yang menderita mastitis atau penyakit infeksi lainnya. Selain itu, kontaminasi dapat terjadi sebelum atau sesudah pasteurisasi sehingga kontrol di setiap tahapan produksi sangat penting ...

  • Jun 12, 2017

    Bakteri Asam Laktat pada Keju

    Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang membutuhkan mikroba untuk pembuatannya. Setiap jenis keju memiliki komposisi mikroba yang berbeda-beda. Mikroba tersebutlah yang dapat memberikan sifat dankarakteristik tertentu pada keju. ...

  • Jun 10, 2017

    Penambahan Pengawet untuk Memperpanjang Umur Simpan Keju

    Keju merupakan produk turunan susu yang memiliki nilai gizi tinggi namun sangat rentan terhadap kerusakan fisik, kimia, dan biokimia. Produk ini merupakan sumber protein, mineral, dan kalsium, fosfor. Umur simpan merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam produk ini. ...