Perlunya Penggunaan Bahan Pewarna Alami dalam Pengolahan Pangan


Bahan pewarna alami mulai banyak dipilih sebagai pewarna pangan karena alasan kesehatan dan berkembangnya tren produk alami. "Namun, penggunaan bahan pewarna alami masih minim dalam industri, padahal Indonesia mempunyai sumber daya pewarna kaya," tutur Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA), Ir. Umar Habson, M.M, dalam Business Gathering Industri Agro 2017 yang diselenggarakan di Bogor pada 12 Juli 2017.

Umar menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam pengembangan bahan pewarna alami salah satunya dengan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2015 yang menganjurkan industi untuk menggunakan bahan baku dalam negeri. Di industri pangan, bahan baku pewarna alami yang sudah banyak dikenal di antaranya kunyit, mengkudu, dan daun suji. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam aplikasi bahan baku lokal antara lain masih tingginya impor bahan dan pengembangan bahan baku yang sesuai standar. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Des 16, 2017

    Sensory Profiles of Cheese Powder

    Cheese powders are made of natural cheeses which are dehydrated down from about 45% to 5% moisture content. This low moisture content makes cheese powder to have longer shelf life compared to natural cheese. It does not require refrigeration and have a better flavor consistency. The content of natural cheeses in cheese powder may vary from 5% to 90% depending on the need. ...

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...