Pemanfaatan Zat Warna Alami untuk Industri Pangan



Berdasarkan sumbernya, zat pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis. Penambahan zat warna pada produk pangan bertujuan untuk memberikan tampilan warna khas yang menarik pada produk pangan tersebut. Zat warna alami adalah zat warna yang diperoleh dari alam. Biasanya zat pewarna alami yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti pada kunyit, wortel, anggur, dan daun suji.

Penggunaan zat pewarna alami dalam jangka panjang lebih aman untuk kesehatan dibandingkan dengan zat pewarna sintetis. Namun, zat pewarna sintetis dipilih karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan zat pewarna alami. Seperti yang disebutkan oleh peneliti Balai Balai Besar Industri Agro (BBIA), Tiurlan Farida Hutajulu, S.Si dalam acara Business Gathering Industri Agro 2017 yang diselenggarakan pada 12 Juli 2017, bahwa zat pewarna alami lebih aman dikonsumsi, namun warna yang dihasilkan kurang stabil, keanekaragaman warnanya terbatas, dan terkadang memberikan rasa dan aroma yang agak mengganggu, sedangkan zat pewarna sintetis memiliki efek negatif tertentu apabila dikonsumsi dalam jangka panjang, namun warna yang dihasilkan lebih stabil, lebih beraneka ragam warna yang dimiliki, serta tidak menghasilkan rasa dan aroma yang mengganggu. FRI-34

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...

  • Jul 12, 2018

    Memahami Terjadinya Age Gelation pada Produk Susu UHT

    Age gelation merupakan suatu fenomena meningkatnya viskositas susu secara tajam, yang akhirnya akan membentuk struktur gel pada susu UHT selama proses penyimpanan...

  • Jul 11, 2018

    Bioteknologi putih untuk industri yang berkelanjutan

    Bioteknologi putih  merupakan salah satu cabang ilmu bioteknologi yang diaplikasikan pada suatu industri. Bioteknologi industri dikhususkan menggunakan sel hidup seperti yeast, kapang, bakteri dan tumbuhan, serta enzim yang berfungsi untuk mensintesis produk yang mudah terdegradasi. Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi dan menciptakan produksi yang berkelanjutan.  ...