Pemanfaatan Zat Warna Alami untuk Industri Pangan


Berdasarkan sumbernya, zat pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis. Penambahan zat warna pada produk pangan bertujuan untuk memberikan tampilan warna khas yang menarik pada produk pangan tersebut. Zat warna alami adalah zat warna yang diperoleh dari alam. Biasanya zat pewarna alami yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti pada kunyit, wortel, anggur, dan daun suji.

Penggunaan zat pewarna alami dalam jangka panjang lebih aman untuk kesehatan dibandingkan dengan zat pewarna sintetis. Namun, zat pewarna sintetis dipilih karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan zat pewarna alami. Seperti yang disebutkan oleh peneliti Balai Balai Besar Industri Agro (BBIA), Tiurlan Farida Hutajulu, S.Si dalam acara Business Gathering Industri Agro 2017 yang diselenggarakan pada 12 Juli 2017, bahwa zat pewarna alami lebih aman dikonsumsi, namun warna yang dihasilkan kurang stabil, keanekaragaman warnanya terbatas, dan terkadang memberikan rasa dan aroma yang agak mengganggu, sedangkan zat pewarna sintetis memiliki efek negatif tertentu apabila dikonsumsi dalam jangka panjang, namun warna yang dihasilkan lebih stabil, lebih beraneka ragam warna yang dimiliki, serta tidak menghasilkan rasa dan aroma yang mengganggu. FRI-34

Artikel Lainnya

  • Des 16, 2017

    Sensory Profiles of Cheese Powder

    Cheese powders are made of natural cheeses which are dehydrated down from about 45% to 5% moisture content. This low moisture content makes cheese powder to have longer shelf life compared to natural cheese. It does not require refrigeration and have a better flavor consistency. The content of natural cheeses in cheese powder may vary from 5% to 90% depending on the need. ...

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...