Jenis Kemasan Plastik untuk Produk Minuman

Peluncuran produk baru menjadi salah satu langkah strategis dalam mengembangkan bisnis minuman. Ketika pilihan ini ditempuh, kemasan menjadi salah satu pertimbangan untuk menarik konsumen. Hal ini berkaitan dengan desain dan teknologi pengisian. Pilihan kemasan juga mempertimbangkan investasi awal serta permintaan minimal pembelian. Untuk kemasan botol kaca pilihan desain sangat terbatas karena investasi perubahan desain botol kaca sangat mahal serta permintaan minimal pembelian awal sangat tinggi. Oleh karena itu pilihan kemasan plastik lebih disukai.

Kemasan plastik yang umum dipakai di industri minuman adalah polikarbonat, polipropilen, polietilena tereftalat (PET), high density polyethylene (HDPE) dan multilayer flexible packaging. Selain itu, tentu penutup kemasan juga menjadi pertimbangan. Beberapa jenis bahan untuk penutup kemasan adalah polipropilen, HDPE, low density polyethylene (LDPE) dan multilayer lid.

Artikel selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi Agustus 2017 "Beverages: Thirst Quenching Industry"

Artikel Lainnya

  • Des 16, 2017

    Sensory Profiles of Cheese Powder

    Cheese powders are made of natural cheeses which are dehydrated down from about 45% to 5% moisture content. This low moisture content makes cheese powder to have longer shelf life compared to natural cheese. It does not require refrigeration and have a better flavor consistency. The content of natural cheeses in cheese powder may vary from 5% to 90% depending on the need. ...

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...