Kebijakan Lelang Gula Kristal Rafinasi bagi Industri Pangan



Gula kristal rafinasi merupakan salah satu bahan pokok bagi industri pangan yang kebutuhannya harus dipenuhi dalam jumlah besar. Selama ini, gula Kristal rafinasi banyak diperoleh dari perusahaan gula yang mengimpor gula mentah kemudian mengolahnya menjadi gula kristal rafinasi siap pakai. Namun, perbedaan harga antara satu pembeli dengan pembeli lainnya menjadi permasalahan dalam jual beli ingridien ini, sedangkan jumlah bahannya besar. Hal ini terutama terjadi pada usaha kecil menengah yang mendapatkan gula Kristal rafinasi dengan harga mahal.

Hal tersebut menginisasi pemerintah untuk mengatur perdagangan gula kristal rafinasi yang sistem lelang online seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas. Peraturan ini mewajibkan gula kristal rafinasi yang diproses dari gula kristal mentah asal impor hanya dapat diperdagangkan melalui pasar lelang komoditas. Adapun pihak pembeli yang harus ikut dalam pasar lelang ini adalah semua konsumen gula kristal rafinasi yang terdiri atas industri besar, kecil, dan menengah; koperasi, usaha kecil dan menengah; serta kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah yang telah diverifikasi oleh dinas perdagangan setempat terkait kegiatan usaha, kapasitas dan kebutuhan gula kristal rafinasi dan tempat penyimpanan gula kristal rafinasi.  

Artikel selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi Agustus 2017 "Beverages: Thirst Quenching Industry"

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...

  • Jul 12, 2018

    Memahami Terjadinya Age Gelation pada Produk Susu UHT

    Age gelation merupakan suatu fenomena meningkatnya viskositas susu secara tajam, yang akhirnya akan membentuk struktur gel pada susu UHT selama proses penyimpanan...

  • Jul 11, 2018

    Bioteknologi putih untuk industri yang berkelanjutan

    Bioteknologi putih  merupakan salah satu cabang ilmu bioteknologi yang diaplikasikan pada suatu industri. Bioteknologi industri dikhususkan menggunakan sel hidup seperti yeast, kapang, bakteri dan tumbuhan, serta enzim yang berfungsi untuk mensintesis produk yang mudah terdegradasi. Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi dan menciptakan produksi yang berkelanjutan.  ...