Teh Putih, Potensi Pengembangan Teh Indonesia


Kandungan senyawa volatil yang bertanggung jawab  terhadap aroma teh sangat dipengaruhi oleh varietas tanaman, proses pengolahan, penyimpanan dan ekstraksinya.   Perbedaan proses pengolahan pada pucuk yang disimpan dahulu pada suhu 15C dapat terdeteksi adanya senyawa 3-Mehylnonane-2-4-dione (Green, Fruity, hay-like), Indole (floral) dan Coumarin (floral) jauh lebih besar daripada pucuk yang langsung diproses setelah pemetikan.  Pengaruh proses pengolahan berupa metode inaktivasi enzim sangat mempengaruhi jumlah dan senyawa volatil. 

Bagaimana dengan teh Indonesia? Sangat sedikit informasi tentang senyawa volatil teh Indonesia.  Salah satu teh non fermentasi Indonesia yang sedang diteliti yaitu teh putih mengandung senyawa volatil yang sangat sangat bagus aromanya.  Teh putih terbukti mengandung senyawa seperti linalool, fl-ionone, citral, geraniol, phenylethyl alcohol, dan linalool oxide.  Senyawa tersebut mempunyai odor karakter yang enak. Hal ini menjadi potensi teh Indonesia yang perlu dikembangkan. 

Artikel selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi Agustus 2017 "Beverages: Thirst Quenching Industry"

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...

  • Sep 15, 2017

    Pengembangan Ingridien Prebiotik untuk Produk Pangan

    Pemanfaatan prebiotik di bidang pangan telah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai bahan tambahan pangan dan dalam kultur starter. Penambahan serat larut dalam inulin memengaruhi kualitas adonan dan roti. Inulin juga digunakan sebagai prebiotik untuk meningkatkan kualitas susu skim yang difermentasi oleh kultur murni Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus bulgaricus dan Bifidobacterium lactis, Streptococcus thermophilus, atau koktail yang mengandung semuanya.  ...

  • Sep 15, 2017

    Tantangan Produk Pangan Hasil Rekayasa Genetik

    Rekayasa genetik merupakan teknologi yang telah lama dikembangkan, salah satunya pada produk pangan dan hasil pertanian. ...