Efek Pengolahan Terhadap Aktivitas Antioksidan Buah dan Sayur


Berbagai pengolahan pangan seperti pengupasan, perebusan, pengukusan, pembuatan jus dapat memberi pengaruh meningkatkan atau menurunkan aktivitas antioksidan atau tak berpengaruh tergantung perubahan-perubahan komponen-komponen antioksidan yang ada.  Transformasi senyawa antioksidan menjadi senyawa yang lebih aktif akan meningkatkan aktivitas antioksidannya. Sementara kerusakan atau kehilangan senyawa-senyawa antioksidan umumnya akan menurunkan aktivitas antioksidan, meskipun ada beberapa pengecualian.  

Data aktivitas antioksidan buah-buahan dan sayuran dan produk-produknya sangat bervariasi tergantung bahan mentah dan metode pengolahannya yang kemungkinan mengakibatkan perubahan-perubahan kimia senyawanya. Di samping itu, data tentang aktivitas antioksidan berbagai buah-buahan dan sayuran dan hasil olahannya dapat bervariasi tergantung juga cara preparasi sampel yang berbeda (untuk pengujian antioksidan), misalnya preparasi homogenat kasar (crude homogenate) atau ekstraks. Jika dipreparasi bentuk ekstrak, cara ekstraksi termasuk jenis solven, rasio sampel dan solven dan waktu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap data yang dihasilkan. Demikian juga metode pengujian aktivitas antioksidan sangat mempengaruhi data yang dihasilkan.

Selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi September 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...

  • Sep 15, 2017

    Pengembangan Ingridien Prebiotik untuk Produk Pangan

    Pemanfaatan prebiotik di bidang pangan telah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai bahan tambahan pangan dan dalam kultur starter. Penambahan serat larut dalam inulin memengaruhi kualitas adonan dan roti. Inulin juga digunakan sebagai prebiotik untuk meningkatkan kualitas susu skim yang difermentasi oleh kultur murni Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus bulgaricus dan Bifidobacterium lactis, Streptococcus thermophilus, atau koktail yang mengandung semuanya.  ...

  • Sep 15, 2017

    Tantangan Produk Pangan Hasil Rekayasa Genetik

    Rekayasa genetik merupakan teknologi yang telah lama dikembangkan, salah satunya pada produk pangan dan hasil pertanian. ...