Eksplorasi Rempah Sebagai Sumber Antioksidan


Berbagai rempah sumber antioksidan pada dasarnya dapat disiapkan dalam berbagai bentuk, namun saat ini yang sudah luas ada di pasaran adalah ekstrak rosmery (Rosmarinus officinalis L.) dan sage (Savia officinalis L.), dua macam herba yang banyak di daerah Mediterrania seperti Itali, Yunani, Spanyol, dan Mesir. Metode penyiapan antioksidan dari rosmary dan sage meliputi ekstraksi antioksidan kasar dengan etil asetat dengan cara reflux. Solven dievaporasi, ekstrak kasar dicuci dengan air beberapa kali, dilarutkan dalam metanol, dipucatkan dengan karbon aktif dengan pengadukan pada suhu 60∞C selama 15 menit. Dalam esktrak daun rosemary 90% aktivitas antioksidannya berasal dari carnosol ñ suatu fenolik diterpena. Senyawa lainnya adalah rosmaridiphenol, rosmarinic acid, carnosic acid, rosmanol, isorosmanol,dan epirosmanol. Senyawa yang sama ditemukan dalam sage. 

Terbukti bahwa penambahan bubuk rempah cengkeh, sage, dan rosemary mampu meningkatkan stabilitas lemak hewani, daging sapi, mayones dan salad dressing. Di antara rempah tersebut, sage dan rosemary paling potensial sehingga sekarang telah dikomersialkan. Cengkeh mempunyai efektivitas tinggi pada sistem emulsi o/w (oil/water) dan dalam daging giling. Lada hitam, dan jahe terbukti efektif mencegah kerusakan oksidatif daging sapi dan daging giling yang dibekukan. Lada hitam juga efektif pada sosis. 

Selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi September 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...

  • Sep 15, 2017

    Pengembangan Ingridien Prebiotik untuk Produk Pangan

    Pemanfaatan prebiotik di bidang pangan telah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai bahan tambahan pangan dan dalam kultur starter. Penambahan serat larut dalam inulin memengaruhi kualitas adonan dan roti. Inulin juga digunakan sebagai prebiotik untuk meningkatkan kualitas susu skim yang difermentasi oleh kultur murni Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus bulgaricus dan Bifidobacterium lactis, Streptococcus thermophilus, atau koktail yang mengandung semuanya.  ...

  • Sep 15, 2017

    Tantangan Produk Pangan Hasil Rekayasa Genetik

    Rekayasa genetik merupakan teknologi yang telah lama dikembangkan, salah satunya pada produk pangan dan hasil pertanian. ...