Isomaltooligosakharida (IMO), Ingridien Prebiotik Baru

 

Salah satu oligosakarida baru yang muncul dengan karakteristik prebiotiknya,  merupakan pemanis kesehatan rendah kalori yang tidak dapat dicerna yang mendukung proliferasi bakteri menguntungkan yang berada di usus besar, oleh karena itu bertindak sebagai prebiotik. IMO merupakan campuran dari karbohidrat rantai pendek yang tahan terhadap pencernaan.  Terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah bifidobakteri dan laktat dan memperbaiki mikroflora usus, serta dapat mereproduksi bifidobacterium sebanyak 2 sampai 4 kali.

 

Bahan dasar untuk pembuatan IMO adalah pati yang dihidrolisis secara enzimatik menghasilkan isomaltooligosakarida.  Pati yang digunakan dapat berasal dari  tanaman serealia, seperti gandum, barley dan kentang. IMO umumnya digunakan sebagai pemanis dalam berbagai produk pangan.  Beberapa industri yang mempergunakan IMO sebagai ingridien, antara lain pada industri minuman, susu dan industri permen serta dessert.  IMO juga digunakan oleh industri terkait lainnya, misalnya, tahu, pasta ikan, biskuit, kue, kembang gula, permen dan coklat, produk susu, bubuk instan, susu bubuk, yogurt, es krim, sorbets, sherbets, selai, jeli, muffin, sereal, sup, juga sebagai bahan masakan rumahan.  Isomalto-oligosakarida juga dapat terbentuk secara alami pada beberapa jenis makanan fermentasi seperti miso beras, kecap, dan sake.

Selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi September 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...

  • Sep 15, 2017

    Pengembangan Ingridien Prebiotik untuk Produk Pangan

    Pemanfaatan prebiotik di bidang pangan telah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai bahan tambahan pangan dan dalam kultur starter. Penambahan serat larut dalam inulin memengaruhi kualitas adonan dan roti. Inulin juga digunakan sebagai prebiotik untuk meningkatkan kualitas susu skim yang difermentasi oleh kultur murni Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus bulgaricus dan Bifidobacterium lactis, Streptococcus thermophilus, atau koktail yang mengandung semuanya.  ...

  • Sep 15, 2017

    Tantangan Produk Pangan Hasil Rekayasa Genetik

    Rekayasa genetik merupakan teknologi yang telah lama dikembangkan, salah satunya pada produk pangan dan hasil pertanian. ...