Pengembangan Ingridien Berbasis Susu


 

Selain diolah menjadi produk berbasis susu, perkembangan teknologi dan ilmu pangan juga menjadikan susu sebagai sumber yang menghasilkan berbagai ingridien untuk diaplikasikan pada produk pangan. Pengembangan ingridien berbasis susu yang dilakukan di antaranya adalah dalam menjawab tantangan pangan, misalnya pengurangan konsumsi garam. "Salah satu ingridien baru yang telah dikembangkan adalah whey permeate atau sering disebut juga dairy product solids," tutur Director Food Perfection Consultancy Singapura, Martin Teo pada Seminar The Application of Dairy Product as Food Ingredient yang diselenggarakan atas kerja sama SEAFAST Center IPB, US Dairy Export Council, Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Indonesia, dan Maw Foundation di Bogor pada 12 September 2017.

 

Ia menjelaskan bahwa ingridien ini mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya yaitu dapat diaplikasikan untuk produk rendah garam. Secara umum, penambahan 10-11 gram whey permeate dapat menggantikan 1 gram garam. Selain itu pada produk patiseri seperti muffin, penambahan whey permeate dapat menghasilkan produk yang lebih lembut dan lembab (moist). Ingridien ini juga secara umum mempunyai harga yang lebih rendah daripada ingridien susu lain, misalnya bubuk skim dan sweet whey. Hal ini memberikan keuntungan industri dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...

  • Jul 12, 2018

    Memahami Terjadinya Age Gelation pada Produk Susu UHT

    Age gelation merupakan suatu fenomena meningkatnya viskositas susu secara tajam, yang akhirnya akan membentuk struktur gel pada susu UHT selama proses penyimpanan...

  • Jul 11, 2018

    Bioteknologi putih untuk industri yang berkelanjutan

    Bioteknologi putih  merupakan salah satu cabang ilmu bioteknologi yang diaplikasikan pada suatu industri. Bioteknologi industri dikhususkan menggunakan sel hidup seperti yeast, kapang, bakteri dan tumbuhan, serta enzim yang berfungsi untuk mensintesis produk yang mudah terdegradasi. Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi dan menciptakan produksi yang berkelanjutan.  ...