Pengembangan Ingridien Berbasis Susu


 

Selain diolah menjadi produk berbasis susu, perkembangan teknologi dan ilmu pangan juga menjadikan susu sebagai sumber yang menghasilkan berbagai ingridien untuk diaplikasikan pada produk pangan. Pengembangan ingridien berbasis susu yang dilakukan di antaranya adalah dalam menjawab tantangan pangan, misalnya pengurangan konsumsi garam. "Salah satu ingridien baru yang telah dikembangkan adalah whey permeate atau sering disebut juga dairy product solids," tutur Director Food Perfection Consultancy Singapura, Martin Teo pada Seminar The Application of Dairy Product as Food Ingredient yang diselenggarakan atas kerja sama SEAFAST Center IPB, US Dairy Export Council, Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Indonesia, dan Maw Foundation di Bogor pada 12 September 2017.

 

Ia menjelaskan bahwa ingridien ini mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya yaitu dapat diaplikasikan untuk produk rendah garam. Secara umum, penambahan 10-11 gram whey permeate dapat menggantikan 1 gram garam. Selain itu pada produk patiseri seperti muffin, penambahan whey permeate dapat menghasilkan produk yang lebih lembut dan lembab (moist). Ingridien ini juga secara umum mempunyai harga yang lebih rendah daripada ingridien susu lain, misalnya bubuk skim dan sweet whey. Hal ini memberikan keuntungan industri dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...

  • Mei 21, 2018

    Mengenal asam lemak trans dalam produk pangan

    Lemak merupakan salah satu bahan tambahan yang banyak digunakan pada produk bakeri. Lemak pada produk bakeri memberikan beberapa manfaat seperti dapat memperbaiki tekstur, memberikan efek yang glossy serta memberikan flavor yang lebih baik dan gurih. Lemak pada produk bakeri merupakan komponen yang tak terpisahkan dan keberadaanya dapat menentukan kualitas dari suatu produk bakeri. Selain produk bakeri, beberapa produk lain yang juga menggunakan lemak dalam proses produksinya adalah krimer kopi, makanan ringan, es krim, dan makanan cepat saji. Bahkan, beberapa diantara produk tersebut juga menggunakan asam lemak trans pada produksinya.  ...

  • Mei 19, 2018

    Tantangan aplikasi pewarna alami untuk produk pangan

    Atribut warna pada produk pangan menjadi atribut penting bagi konsumen untuk memilih suatu produk pangan. Konsumen cenderung memilih produk pangan dengan warna yang menarik, sebelum memperhatikan atribut lainnya. Berdasarkan sumbernya, pewarna makanan dibedakan menjadi dua jenis, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diproduksi dari proses ekstraksi senyawa pemberi warna dari bahan-bahan alami, melalui proses dan teknologi yang cukup panjang, sedangkan pewarna sintetis berasal dari bahan-bahan kimia sintetis yang penggunaannya diizinkan sebagai pewarna makanan. Baik pewarna alami maupun pewarna sintetis memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. ...