Pemanfaatan Pangan Lokal Sebagai Sumber Antioksidan Alami

Antioksidan yang umum digunakan di industri pangan saat ini adalah antioksidan sintetik seperti Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi Toluena (BHT), propil galat, Tetra BUtil Hidroksi Quinon (TBHQ). Antioksidan tersebut umum digunakan untuk mengawetkan lemak/minyak dalam produk pangan, margarin, mayones, salad dressing, produk daging, makanan ringan dan berbagai produk bakeri dan confectionary. Antioksidan tersebut efektif penggunaannya dibatasi maksimum 200 ppm terhadap lemak yang terkandung dalam produk pangan.
  
Di samping antioksidan sintetik, ada berbagai macam senyawa antioksidan yang secara  alami terdapat dalam bahan pangan seperti vitamin C, tokoferol (vitamin E), karotenoid, flavonoid, kurkumin, dan asam-asam fenolat. Adapun bahan-bahan pangan hasil pertanian yang merupakan sumber antioksidan alam meliputi rempah, buah-buahan, sayuran, ekstrak teh, kakao, rimpang, alga, biji-bijian, legum, dan lain-lain; termasuk produk-produk hasil reaksi Maillard yang timbul selama pengolahan.  Berbeda dari kelompok antioksidan sintetik yang harus disediakan dengan impor, kelompok antioksidan alami dapat dikatakan antioksidan lokal karena sumbernya berupa hasil pertanian tersedia melimpah di tanah air. Berikut beberapa sumber antioksidan lokal atau alam. 

Selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi September 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...

  • Sep 15, 2017

    Pengembangan Ingridien Prebiotik untuk Produk Pangan

    Pemanfaatan prebiotik di bidang pangan telah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai bahan tambahan pangan dan dalam kultur starter. Penambahan serat larut dalam inulin memengaruhi kualitas adonan dan roti. Inulin juga digunakan sebagai prebiotik untuk meningkatkan kualitas susu skim yang difermentasi oleh kultur murni Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus bulgaricus dan Bifidobacterium lactis, Streptococcus thermophilus, atau koktail yang mengandung semuanya.  ...

  • Sep 15, 2017

    Tantangan Produk Pangan Hasil Rekayasa Genetik

    Rekayasa genetik merupakan teknologi yang telah lama dikembangkan, salah satunya pada produk pangan dan hasil pertanian. ...