Faktor Kunci Pengembangan Kemasan Pangan



Faktor kenyamanan (convenient) menjadi tren dan kunci dalam inovasi kemasan saat ini. Selain itu, faktor kecepatan pembelian juga memengaruhi pengembangan kemasan, misalnya pemilihan ukuran. "Selain kenyamanan, lingkungan yang kompetitif juga membuat efisiensi biaya menjadi pertimbangan," Senior Brand Manager Packaging Development PT Sumber Cipta Multiniaga, Rizal Herdian dalam Intensive Workshop: Packaging Quality, Problem Solving dan Study Case yang diselenggarakan di Bogor pada 13-14 September 2017.

Selain itu, Ketua Indonesian Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa menambahkan bahwa terdapat tujuh kunci dalam pengembangan kemasan, di antaranya mengurangi lead times, fokus terhadap kepuasan konsumen, meningkatkan transparansi bisnis, serta mengikutsertakan partisipasi dan kerja sama terintegrasi dengan suplier atau vendor. Mengurangi lead times dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti kemampuan untuk mempercepat waktu pengiriman produk, perencanaan yang baik, dan pelaksanaan inspeksi rutin.

Terkait umur simpan sebuah kemasan, Ia menjelaskan bahwa dalam pengukuran dilakukan pada stability camber dengan menguji faktor-faktor yang memengaruhi kemasan dan bahan pangan yaitu mikrobiologi, sensoris, nilai gizi, serta kondisi penyimpanan setelah dari pabrik. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...

  • Jul 12, 2018

    Memahami Terjadinya Age Gelation pada Produk Susu UHT

    Age gelation merupakan suatu fenomena meningkatnya viskositas susu secara tajam, yang akhirnya akan membentuk struktur gel pada susu UHT selama proses penyimpanan...

  • Jul 11, 2018

    Bioteknologi putih untuk industri yang berkelanjutan

    Bioteknologi putih  merupakan salah satu cabang ilmu bioteknologi yang diaplikasikan pada suatu industri. Bioteknologi industri dikhususkan menggunakan sel hidup seperti yeast, kapang, bakteri dan tumbuhan, serta enzim yang berfungsi untuk mensintesis produk yang mudah terdegradasi. Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi dan menciptakan produksi yang berkelanjutan.  ...