Ready to Eat (RTE): Jenis Produk Pangan yang Digemari


RTE adalah produk pangan yang telah melalui proses pengolahan dan dapat dikonsumsi langsung tanpa harus melalui proses pengolahan lebih lanjut untuk menurunkan nilai mikrobanya, misalnya dengan pemanasan (Codex Alimentarius Commission, 2009). Produk ini dapat langsung dikonsumsi; atau cukup dengan dicuci, di-thawing, atau dihangatkan sebelumnya. Jenis produk RTE sangat bervariasi mencakup: menu lengkap siap santap, produk daging seperti sosis, hot dog, kornet; produk susu seperti keju, yogurt, susu pasteurisasi, UHT;, buah-buahan dan sayuran, serta ikan dan seafood misalnya daging asap, sushi, sup ikan. Beberapa produk pangan beku juga termasuk RTE, misalnya es krim, yogurt beku, buah beku, dan smoothies. Demikian juga produk RTE non-beku lainnya termasuk roti, kacang-kacangan, selai, cokelat, dan makanan ringan siap saji (Jaroni dkk, 2010).

Kemasan menjadi salah satu faktor yang menunjang keberhasilan suatu produk RTE di pasaran. Bukan hanya tentang daya tarik melalui desainnya, hal paling utama terkait kemasan adalah pemilihan teknologi yang tepat untuk menjamin keamanan, kualitas, dan masa simpan produk tersebut. 

Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

Artikel Lainnya

  • Des 16, 2017

    Sensory Profiles of Cheese Powder

    Cheese powders are made of natural cheeses which are dehydrated down from about 45% to 5% moisture content. This low moisture content makes cheese powder to have longer shelf life compared to natural cheese. It does not require refrigeration and have a better flavor consistency. The content of natural cheeses in cheese powder may vary from 5% to 90% depending on the need. ...

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...