Perbaikan Mutu Gula dengan Penurunan Nilai ICUMSA


Mutu gula mengacu pada International Commission For Uniform Method of Sugar Analysis (ICUMSA). Misalnya pada gula kristal putih (GKP) mempunyai ICUMSA 200-300. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), gula untuk konsumsi langsung adalah gula dengan warna ICUMSA 300. Pada umumnya, pabrik gula sulfitasi dapat memproduksi gula dengan warna ICUMSA < 300. Diketahui bahwa saat ini terdapat 13 dari 45 pabrik gula Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak memenuhi mutu ICUMSA.

"Oleh karena itu, terdapat beberapa pilihan solusi yang bisa diambil, misalnya jika tidak bisa memproduksi gula sesuai mutu ICUMSA maka pabrik gula harus ditutup, atau dapat pula dilakukan alternatif untuk menjual gula dalam bentuk gula mentah," Dosen Fakultas Teknologi Pangan IPB, Prof. Tajuddin Bantacut dalam acara Pengukuhan Pengurus (IKAGI) Bogor periode 2017-2020 dan Seminar Swasembada Gula Nasional Untuk Bangsa yang diselenggarakan di Bogor pada 6 Oktober 2017. Ia mencontohkan bahwa perbaikan mutu gula dapat dilakukan dengan penghilangan senyawa pembentuk warna, senyawa abu terlarut dan senyawa dengan berat molekul tinggi seperti gum dan polisakarida. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Okt 18, 2017

    Pameran Industri Pangan Internasional akan Diselenggarakan di Jerman

    Saat ini industri pangan merupakan salah satu industri yang memiliki perkembangan pesat di dunia. Hal ini didukung dengan berbagai sarana dan prasarana yang mumpuni mulai dari bahan baku hingga pengemasan dan distribusi. Salah satu upaya penyebaran informasi efektif tentang penemuan dan inovasi pangan adalah melalui pameran yang digunakan sebagai platform bagi produsen dan konsumen, seperti diselenggarakan dalam skala internasional oleh Koelnmesse GmbH bernama Anuga Food Tec pada 21 -23 Maret 2018 di Cologne, Jerman. ...

  • Okt 17, 2017

    Pangan Steril Komersial dan Regulasinya

    ...

  • Okt 16, 2017

    Selamat Hari Pangan Sedunia: Saatnya Generasi Muda Membangun Pertanian

    Setiap 16 Oktober diperingati Hari Pangan Sedunia dan tahun ini mengambil tema "Menggerakkan Generasi Muda Dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia". Hal ini mengingatkan kita juga tentang  ucapan Presiden Soekarno yang menggelorakan bahwa pangan ialah soal mati dan hidupnya bangsa. Pernyataan inni berimplikasi pembangunan pertanian harus dikawal dari hulu ke hilir secara baik untuk memperkuat nasionalisme pangan.  ...

  • Okt 14, 2017

    Pengurangan Kehilangan Pangan Pasca Panen untuk Peningkatan Ketersedian Pangan

    Kehilangan pangan (food losses) masih menjadi permasalahan dalam menciptakan sistem pangan yang efisien. Dapat dilihat pada Tabel 1 bahwa di negara-negara berkembang, besarnya kehilangan bahan pangan dari proses setelah panen sampai ke tingkat konsumen berkisar antara 7-70%. Di Indonesia, berdasarkan Hilman (2011) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Holtikultura, besarnya angka kehilangan bahan pangan tersebut diakibatkan oleh beberapa tiga faktor yaitu (i) kurangnya aplikasi teknologi dalam penanganan bahan pangan pasca panen, (ii) kurangnya infrastruktur yang memadai untuk distribusi bahan-bahan pangan dari ladang menuju tingkat ritel dan konsumen, serta (iii) kurangnya praktek-praktek cara produksi pangan yang baik.  ...

  • Okt 14, 2017

    Teknologi dan Inovasi Bahan Kemasan Pangan di Shanghai World of Packaging

    Meningkatnya urbanisasi, tumbuhnya kelompok masyarakat ekonomi menengah serta meningkatnya pendapatan berkontribusi pada tingginya permintaan produk pangan olahan di China. Diperkirakan pasar produk pangan mencapai 19% pada 2021 sebesar 121 juta ton. Pemilihan kemasan menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan penjualan produk. Selain itu, meningkatnya kompetisi antar industri pangan juga menjadikan kebutuhan akan alternatif bahan baku yang lebih efisien bertambah. Pameran Shanghai World of Packaging (SWOP), bagian dari Interpack Alliance yang akan diselenggarakan pada 7 – 10 November 2017 di Shanghai, China akan menampilkan berbagai perkembangan teknologi dan bahan kemasan pangan. ...