Perlunya Monitoring Temperatur pada Pengolahan Pangan



Temperatur merupakan salah satu faktor yang perlu dikontrol selama proses pengolahan pangan, baik temperatur lingkungan proses maupun temperatur bahan pangan yang diolah. Hal tersebut karena temperatur berkaitan erat dengan keamanan pangan. Diketahui bahwa mikrobia sangat mungkin tumbuh pada temperatur pertumbuhan yang cocok. "Diperlukan monitoring selama proses pengolahan untuk menghindari terjadinya kontaminasi produk pangan di mana salah satunya dapat berasal dari kondisi lingkungan, termasuk temperatur," tutur Sales Engineer Xylem Analytic Germany Sales GmbH & Co. KG, Udo Brocks dalam Seminar Measurement Technology Solutions For Your Requirement yang diselenggarakan oleh PT Sumber Aneka Karya Abadi di Jakarta pada 10 Oktober 2017.

Pengontrolan temperatur, misalnya pada produk pangan yang diproses dengan sterilisasi dapat dilakukan dengan data logger. Alat tersebut ditanamkan dalam bahan yang diproses dalam autoklaf dan dihubungkan dalam perangkat komputer sehingga dapat diketahui besarnya temperatur bahan selama produk dan kecukupan panas yang diterima bahan. Dalam perancangan proses sterilisasi, banyaknya data logger dan peletakannya dalam autoklaf perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya besarnya auloklaf dan peletakan bahan dalam autoklaf. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2018

    Meningkatkan Daya Saing Industri Pangan Melalui Hotelex dan Finefood Indonesia

    Peningkatan industri pangan di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhan yang diperlukan. Kebutuhan seperti alat-alat serta bahan baku menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan harus segera dipenuhi. Industri pangan yang juga termasuk sektor hospitality sudah sepatutnya dapat memenuhi kebutuhannya hingga tingkat inovasi.  ...

  • Jul 13, 2018

    Implementasi Desain Hijau dalam Mesin Pengolah Pangan

    Liu (2017) menyatakan pelaksanaan konsep desain hijau dalam pembuatan mesin untuk industri pangan harus memperhatikan beberapa langkah agar dapat dihasilkan mesin yang ramah lingkungan serta berkelanjutan, yaitu: (i) seleksi bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengolahan, (ii) penggunaan sumber daya sebaiknya dikurangi dan (iii) daur ulang dan re-manufacturing dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. ...

  • Jul 12, 2018

    Efek Biofilm pada Sanitasi dan Pengolahan Pangan

    Adanya biofilm pada lingkungan produksi pangan mengindikasikan program sanitasi kurang mencukupi dan dapat menjadi salah satu penyebab berkurangnya umur simpan akibat kontaminasi patogen pada produk akhir. Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati jika biofilm mulai terbentuk, di antaranya jika terdapat penurunan umur simpan produk, peningkatan jumlah bakteri pada produk akhir, munculnya pelangi pada stainless steel, dan peningkatan konsentrasi biosida yang dibutuhkan. ...

  • Jul 12, 2018

    Memahami Terjadinya Age Gelation pada Produk Susu UHT

    Age gelation merupakan suatu fenomena meningkatnya viskositas susu secara tajam, yang akhirnya akan membentuk struktur gel pada susu UHT selama proses penyimpanan...

  • Jul 11, 2018

    Bioteknologi putih untuk industri yang berkelanjutan

    Bioteknologi putih  merupakan salah satu cabang ilmu bioteknologi yang diaplikasikan pada suatu industri. Bioteknologi industri dikhususkan menggunakan sel hidup seperti yeast, kapang, bakteri dan tumbuhan, serta enzim yang berfungsi untuk mensintesis produk yang mudah terdegradasi. Dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi dan menciptakan produksi yang berkelanjutan.  ...