Perlunya Monitoring Temperatur pada Pengolahan Pangan


Temperatur merupakan salah satu faktor yang perlu dikontrol selama proses pengolahan pangan, baik temperatur lingkungan proses maupun temperatur bahan pangan yang diolah. Hal tersebut karena temperatur berkaitan erat dengan keamanan pangan. Diketahui bahwa mikrobia sangat mungkin tumbuh pada temperatur pertumbuhan yang cocok. "Diperlukan monitoring selama proses pengolahan untuk menghindari terjadinya kontaminasi produk pangan di mana salah satunya dapat berasal dari kondisi lingkungan, termasuk temperatur," tutur Sales Engineer Xylem Analytic Germany Sales GmbH & Co. KG, Udo Brocks dalam Seminar Measurement Technology Solutions For Your Requirement yang diselenggarakan oleh PT Sumber Aneka Karya Abadi di Jakarta pada 10 Oktober 2017.

Pengontrolan temperatur, misalnya pada produk pangan yang diproses dengan sterilisasi dapat dilakukan dengan data logger. Alat tersebut ditanamkan dalam bahan yang diproses dalam autoklaf dan dihubungkan dalam perangkat komputer sehingga dapat diketahui besarnya temperatur bahan selama produk dan kecukupan panas yang diterima bahan. Dalam perancangan proses sterilisasi, banyaknya data logger dan peletakannya dalam autoklaf perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya besarnya auloklaf dan peletakan bahan dalam autoklaf. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Des 16, 2017

    Sensory Profiles of Cheese Powder

    Cheese powders are made of natural cheeses which are dehydrated down from about 45% to 5% moisture content. This low moisture content makes cheese powder to have longer shelf life compared to natural cheese. It does not require refrigeration and have a better flavor consistency. The content of natural cheeses in cheese powder may vary from 5% to 90% depending on the need. ...

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...