Edible Coating Mengurangi Penyerapan Selama Penggorengan Kacang



Salah satu pengembangan edible coating adalah aplikasinya pada produk kacang tanah rendah lemak. Kacang tanah banyak digunakan sebagai bahan utama dalam produk pangan, terutama makanan ringan atau snack. Selain kandungan proteinnya, kacang juga mengandung sejumlah lemak nabati. Secara umum, komposisi asam lemak dalam kacang tanah sebagaian besar adalah asam lemak tidak jenuh yang terdiri dari asam tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid) dan asam linoleat. Selama proses pengolahan dan penyimpanan, kandungan lemak tersebut berpotensi mempunyai kerusakan yang menyebabkan ketengikan dan menurunkan kualitas produk. Oleh karena itu, dikembangkan beberapa teknik yang bertujuan untuk menghasilkan kacang tanah rendah lemak. Selain itu, digunakan pula teknik pelapisan untuk mengurangi penyerapan minyak selama proses penggorengan.

Teknik pembuatan kacang rendah lemak (partially defatted peanut) salah satunya adalah dengan proses pengempaan, rekonstitusi dan penggorengan. Diketahui kacang yang diolah dengan teknik tersebut mempunyai nilai kalori 25% lebih rendah daripada kacang goreng biasa. Terdapat beberapa tantangan menjaga kualitas produk, misalnya proses pengepresan dengan pengempaan menyebabkan tingginya kemungkinan kontak antara permukaan kacang dengan udara sehingga mempercepat proses oksidasi (Pranoto dkk, 2009). 

Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

Artikel Lainnya

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...

  • Mei 21, 2018

    Mengenal asam lemak trans dalam produk pangan

    Lemak merupakan salah satu bahan tambahan yang banyak digunakan pada produk bakeri. Lemak pada produk bakeri memberikan beberapa manfaat seperti dapat memperbaiki tekstur, memberikan efek yang glossy serta memberikan flavor yang lebih baik dan gurih. Lemak pada produk bakeri merupakan komponen yang tak terpisahkan dan keberadaanya dapat menentukan kualitas dari suatu produk bakeri. Selain produk bakeri, beberapa produk lain yang juga menggunakan lemak dalam proses produksinya adalah krimer kopi, makanan ringan, es krim, dan makanan cepat saji. Bahkan, beberapa diantara produk tersebut juga menggunakan asam lemak trans pada produksinya.  ...

  • Mei 19, 2018

    Tantangan aplikasi pewarna alami untuk produk pangan

    Atribut warna pada produk pangan menjadi atribut penting bagi konsumen untuk memilih suatu produk pangan. Konsumen cenderung memilih produk pangan dengan warna yang menarik, sebelum memperhatikan atribut lainnya. Berdasarkan sumbernya, pewarna makanan dibedakan menjadi dua jenis, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diproduksi dari proses ekstraksi senyawa pemberi warna dari bahan-bahan alami, melalui proses dan teknologi yang cukup panjang, sedangkan pewarna sintetis berasal dari bahan-bahan kimia sintetis yang penggunaannya diizinkan sebagai pewarna makanan. Baik pewarna alami maupun pewarna sintetis memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. ...