Penentuan Suhu dan Lama Prosess Ultra High Temperature (UHT)


Hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain proses aseptis adalah kombinasi suhu dan waktu proses sesuai tujuan yang hendak dicapai pada produk, misalnya untuk inaktivasi lipase, penurunan tiamin, inaktivasi protease, dan lain sebagainya (Gambar 1). Proses in-container sterilization biasanya terdapat pada kisaran suhu 110-1300C dengan waktu ribuan detik atau satuan jam. Sementara itu, proses UHT menggunakan suhu sekitar 1400C dalam waktu kisaran detik. 

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB< Eko Hari Purnomo menerangkan bahwa prinsip kerja sistem aseptis adalah produk yang diproses dengan kondisi yang aseptis sehingga menghasilkan produk yang steril. Di sisi lain, kemasan juga memperoleh perlakukan dengan tingkat aseptis yang sama sehingga produk aseptis merupakan produk yang dikemas secara hermetis di mana produk dan kemasan dalam kondisi yang steril. Jenis produk ini sebagian besar merupakan produk cair. Bahan pangan tersebut mulanya dipanaskan sampai tingkat suhu yang diinginkan, kemudian dipertahankan (holding) pada suhu tersebut selama beberapa detik di mana kondisi produk tetap mengalir. Selanjutnya, bahan pangan didinginkan dan dikemas dengan pengemasan aseptis. 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...