Perkembangan Keamanan Pangan dan Aplikasinya pada Proses Produksi



Keamanan pangan terus menjadi fokus utama dalam menghasilkan pangan yang aman dan berkualitas. Inovasi dalam keamanan pangan pun semakin berkembang dan dikembangkan, dalam menjamin keamanan pangan tersebut, banyak faktor yang terus ditingkatkan dan dijaga keamanannya seperti kontaminan pada proses produksi.
 
Seperti yang dipaparkan oleh Vice-Chairman Codex Alimentarius Commission (CAC), Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi,  dalam  the 1st Seafast International Seminar 2017 "Current and Emerging Issues of Food Safety: Innovation Challenges" yang diselenggarakan pada 21-22 November 2017 di Bogor bahwa keamanan pangan tidak hanya fokus pada tiga proses produksi utama seperti formulasi, proses produksi, dan penanganan pasca proses tetapi, ditambahkan dengan optimasi setelah proses, kegiatan saat di lahan dan penanganan pasca panen. Sehingga, penambahan dan optimasi tersebut dapat menekan foodborne disease dan meningkatkan keamanan pangan. 

Hal serupa disampaikan oleh Siew Moi Wee, dari International Life Science Institute (ILSI) South East Asia Region,  dalam paparannya terkait aflatoxin dalam keamanana pangan, pengendalian pada aflatoxin ditekankan pada lima proses pra dan pasca panen seperti proses pertanian yang baik, penanganan dan penyimpanan pasca panen, kontrol tingkat kelembapan, HACCP dan langkah mitigasi seperti pada saat penyortiran.  

Selain lima hal di atas, Wee juga menekankan pentingnya komunikasi dan informasi kepada seluruh pihak terkait mengenai aflatoxin agar tercipta sistem yang sinergi untuk menangani keamanan pangan yang banyak disebabkan oleh Aspergillus parasiticus ini. 
"Komunikasi dan kemampuan mengatur merupakan langkah yang sangat penting untuk menangani keamanan pangan," tuturnya. Fri-35

Artikel Lainnya

  • Mei 24, 2018

    Pemilihan metode alkalisasi pada kakao

    Alkalisasi pada nibs kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu alkalisasi dalam drum tanpa pemanasan, alkalisasi dalam drum mesin sangrai, alkalisasi dalam drum alkalizer yang diletakkan di luar mesin sangrai, alkalisator digabung dengan mesin pengeringan, alkalisasi melalui tabung pemanas, dan alkalisasi dalam boks  panjang. ...

  • Mei 23, 2018

    Pembentukan karakter sensoris granola bar

    Dalam pembuatan granola bar, pertama kali  dilakukan adalah pembuatan sirup pengikat padatan. Pembuatan sirup ini sangat penting dalam hal rasa, konsistensi dan kadar airnya. Rasa perlu diperhatikan karena rasa sirup ini merupakan rasa dasar dari granola bar. Granola bar yang terdiri dari bahan oats, tepung jagung dan padatan lainnya akan mempunyai rasa yang kurang manis sehingga harus diberikan larutan pemanis secukupnya untuk menambah rasa dari padatannya.  ...

  • Mei 22, 2018

    Menilik sejarah proses alkalisasi proses pembuatan bubuk kakao

    Biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan tetap mempunyai rasa asam yang cukup tajam. Hal tersebut karena dalam proses fermentasi dan pengeringan akan tersisa molekul asam asetat yang cukup signifikan dalam biji kakaoa. Diketahui pH biji kakao terfermentasi dan dikeringkan berkisar antara 4,8- 5,2 di mana kakao dari  Malaysia dan Indonesia tergolong memiliki pH rendah sedangkan biji kako dari Afrika mempunyai pH lebih tinggi. Dalam pembuatan minuman kakao, tingkat keasaman yang tinggi dirasa kurang baik.  ...

  • Mei 21, 2018

    Mengenal asam lemak trans dalam produk pangan

    Lemak merupakan salah satu bahan tambahan yang banyak digunakan pada produk bakeri. Lemak pada produk bakeri memberikan beberapa manfaat seperti dapat memperbaiki tekstur, memberikan efek yang glossy serta memberikan flavor yang lebih baik dan gurih. Lemak pada produk bakeri merupakan komponen yang tak terpisahkan dan keberadaanya dapat menentukan kualitas dari suatu produk bakeri. Selain produk bakeri, beberapa produk lain yang juga menggunakan lemak dalam proses produksinya adalah krimer kopi, makanan ringan, es krim, dan makanan cepat saji. Bahkan, beberapa diantara produk tersebut juga menggunakan asam lemak trans pada produksinya.  ...

  • Mei 19, 2018

    Tantangan aplikasi pewarna alami untuk produk pangan

    Atribut warna pada produk pangan menjadi atribut penting bagi konsumen untuk memilih suatu produk pangan. Konsumen cenderung memilih produk pangan dengan warna yang menarik, sebelum memperhatikan atribut lainnya. Berdasarkan sumbernya, pewarna makanan dibedakan menjadi dua jenis, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami diproduksi dari proses ekstraksi senyawa pemberi warna dari bahan-bahan alami, melalui proses dan teknologi yang cukup panjang, sedangkan pewarna sintetis berasal dari bahan-bahan kimia sintetis yang penggunaannya diizinkan sebagai pewarna makanan. Baik pewarna alami maupun pewarna sintetis memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. ...