Tren Pengembangan Perisa di Indonesia



Preferensi masyarakat terhadap cita rasa produk pangan terus berkembang. Flavor juga menjadi salah satu parameter penting pemilihan produk, di samping nilai gizi dan lainnya. Saat ini, banyak berkembang perisa baru yang diaplikasikan oleh pelaku industri pada berbagai produk pangan. "Berdasarkan data Mintel tahun 2017, di kategori produk perisa, flavor keju, sayur dan flavor pedas menjadi perisa utama yang banyak dikembangkan," tutur Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr. Ing. Dase Hunaefi dalam In-depth Seminar Foodreview Indonesia, Seasonings: Key Ingredients for Better Food Quality yang diselenggarakan di Bogor pada 8 Mei 2018.

 

Terkait flavor keju, Ia menjelaskan bahwa saat ini perisa keju dengan mudah diaplikasikan dalam berbagai produk, misalnya snack dan mi instan. "Flavor keju ketika ditambahkan pada pangan akan memberikan nilai lebih pada produk sehingga menambah nilai jual produk," jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa konsumen sekarang menginginkan produk pangan dengan cita rasa yang memberikan pengalaman baru. Hal tersebut menjadikan berkembangnya produk-produk premium, modern, indulgence, dan produk yang menawarkan kenyamanan dalam mengonsumsinya. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Des 03, 2021

    Analisis Tekstur untuk Pangan Solid

    Tekstur merupakan salah satu atribut pangan penting selain sifat kimiawi/kandungan gizi dan mutu mikrobiologis. Apabila kadar gizi dan mutu mikrobiologis selalu menjadi parameter mutu produk pangan, tekstur seringkali tidak terdefinisikan dengan baik sebagai suatu parameter mutu apalagi sebagai indikator keamanan pangan. ...

  • Des 02, 2021

    Valorisasi Limbah Produk Pangan

    Valorisasi limbah adalah aktivitas proses industri yang bertujuan mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memulihkan limbah pertanian dan menjadi produk yang lain. ...

  • Des 01, 2021

    Tantangan Permintaan Pangan

    Menurut FAO, di tahun 2050 akan terjadi kenaikan permintaan pangan  hingga 70%. Hal ini memberikan tantangan bahwa dunia akan mengalami kelaparan. Survei Global Hunger Index (GHI) di tahun 2020 menunjukkan bahwa Indonesia menempati ranking 70 dari 107 negara dengan data kecukupan yang dihitung di tahun 2020 berdasarkan skor GHI di mana tingkat indeks kelaparan moderate. ...

  • Nov 30, 2021

    Produksi Pangan dengan Ekonomi Sirkular

    Ekonomi sirkular memberikan kesempatan mendukung pengembangan industri berkelanjutan, mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam (energi, bahan bakar, air, pangan), serta manajemen limbah. ...

  • Nov 29, 2021

    Energi Terbarukan dan Daur Ulang Energi

    Indonesia berencana mengurangi porsi penggunaan energi yang berasal dari fosil dengan meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan yang lebih bersih. ...