Regulasi produk seasoning di Indonesia




Produk seasoning yang termasuk ke dalam kategori pangan 12.0 meliputi garam,  rempah, sup, saus, salad, dan protein yang telah diatur di dalam Peraturan Kepala BPOM No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan 01.0 ñ 16.0.  kategori produk seasoning tersebut merupakan jenis bahan-bahan yang sering ditambahkan pada pangan olahan. Untuk itu, pangan olahan yang mengandung produk seasoning juga sangat perlu memenuhi beberapa poin yang menjadi konsentrasi baik pihak produsen, konsumen, maupun pemerintah dalam pengawasan.  Beberapa poin tersebut adalah keamanan yang meliputi bahan tambahan pangan (BTP), bahan baku, cemaran, bahan penolong, dan kemasan pangan; mutu, gizi, label, dan iklan. 

ìPeraturan mengenai kategori pangan ini kita perbaharui sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan industri. setiap tahun, kategori pangan ini kita revisi sehingga ketika ada inovasi baru dari industri kami berusaha menempatkan di posisi mana produk tersebut dapat ditentukan di regulasi mana dan acuan mana yang dapat digunakan oleh produk baru tersebut,î jelas Kepala Seksi Standardisasi Bahan Tambahan Pangan (BTP) BPOM RI, Lili Defi Z., S.Pt., M.Si. dalam In-depth Seminar Foodreview Indonesia Seasonings: Key Ingredients for Better Food  Quality yang diselenggarakan di Bogor beberapa waktu lalu. 

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Juni 2018: Dairy Opportunity.
Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

Artikel Lainnya

  • Mar 27, 2019

    Pengujian BTP pada Pangan Olahan

    BTP yang digunakan dalam produk pangan olahan harus memiliki standar terkait dengan keamanan untuk pengonsumsinya dengan menggunakan beberapa kewajiban. Penggunaan BTP pada produk pangan wajib dibuktikan dengan sertifikat analisis kuantitatif jika batas maksimumnya adalah numerik. Jika batas maksimumnya adalah CPPB maka wajib dibuktikan dengan sertifikat analisis kualitatif dan jika batas maksimum tidak dapat dianalisis, maka dihitung berdasarkan penambahan BTP yang digunakan dalam pangan. ...

  • Mar 26, 2019

    Batas Penggunaan BTP

    Kendati diperbolehkan untuk digunakan, penggunaan BTP masih perlu diatur dalam kaitannya dengan batas maksimum yang digunakan. Batas maksimum penggunaan BTP dibagi menjadi dua yakni secara numerik dan menggunakan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB). Untuk BTP pengental, diatur dalam Peraturan Kepala (PerKa) BPOM No. 15 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pangan Pengental, Pengental didefinisikan sebagai bahan tambahan pangan untuk meningkatkan viskositas pangan, jenis BTP pengental di antaranya adalah asam alginat, gelatin, pektin dan lain lain. ...

  • Mar 25, 2019

    Regulasi Penggunaan Hidrokoloid dalam Produk Pangan Olahan

    Penggunaan hidrokoloid berdasarkan fungsinya sangat menentukan regulasi apa yang harus diikuti. Hidrokoloid sebagai bahan baku digunakan dengan jumlah yang besar sedangkan ketika menggunakan jumlah yang kecil (sedikit) maka, hidrokoloid tersebut digunakan sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Secara umum, jenis hidrokoloid dibagi menjadi dua berdasarkan pada fungsi  dan sumbernya. Berdasarkan fungsinya, hidrokoloid terbagi menjadi (i) bahan baku seperti kitosan dan selulosa, sedangkan sebagai (ii) Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pektin, karagenan, xanthan gum, dan guar gum.  ...

  • Mar 24, 2019

    Peluang dan Tantangan Enkapsulan Perisa

    Pemilihan metode enkapsulasi tidak cukup hanya untuk melindungi senyawa perisa dari degradasi. Pelepasan molekul tersebut agar dapat dikenali oleh konsumen secara tepat waktu harus menjadi aspek yang mendapatkan perhatian. Memodifikasi teknik yang sudah ada (baik dengan bahan penyalut atau kondisi proses terbarukan), membuat teknologi baru,atau menggabungkan teknologi yang sudah ada merupakan inovasi yang perlu dikembangkan. ...

  • Mar 23, 2019

    Tujuan Enkapsulasi Perisa

    Enkapsulasi pada dasarnya adalah proses untuk memerangkap suatu zat (senyawa aktif) di dalam zat lain (senyawa atau campuran senyawa sebagai bahan dinding/penyalut). Zat yang terenkapsulasi sering disebut inti, isi, atau fase internal, sedangkan zat yang mengenkapsulasi dapat disebut sebagai penyalut, pelapis, membran, cangkang, kapsul, materi karier, fase eksternal atau matriks (Nedovic 2011). ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland