Perlunya Uji Laboratorium untuk Mendukung Sertifikasi Halal



Kelapa Laboratorium Halal LPPOM MUI, Prof. Dr. Purwatiningsih Sugita, MS juga menjelaskan bahwa hasil analisis laboratorium digunakan sebagai dokumen pendukung untuk keputusan fatwa dan buka merupakan sertifikasi halal. ìKeputusan fatwa tidak hanya berdasar analisis laboratorium, tetapi juga berdasarkan kriteria sistem jaminan halal dan ketertelusuran dari seluruh dokumen bahan dan fasilitas produksi,î ungkapnya. Analisis laboratorium digunakan sebagai bentuk autentifikasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa produk tidak menggunakan bahan yang haram maupun najis, serta tidak ada pencampuran atau kontaminasi antara bahan yang halal dengan yang haram atau najis.

Dalam pengujian halal menggunakan alat analisis seperti PCR, pengukuran terhadap kinerja sistem klasifikasi adalah hal yang penting. Adanya kinerja sistem klasifikasi mengukur seberapa baik sistem dalam mengklasifikasikan data. Purwaningsih menerangkan tentang metode confusion matrix yang membandingkan hasil klasifikasi oleh sistem dengan hasil klasifikasi yang seharusnya. Dalam metode ini, terdapat empat istilah, yaitu true positive, false positive, false negative, dan true negative. ìJadi, alat analisis itu bukan dewa di mana dari hasil analisis bisa langsung diketahui halal atau tidak karena bisa saja hasil analisis menghasilkan false positive atau false negative,î tambahnya. 

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Juli 2018: Food Quality and Safety By Design.
Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

Artikel Lainnya

  • Des 03, 2021

    Analisis Tekstur untuk Pangan Solid

    Tekstur merupakan salah satu atribut pangan penting selain sifat kimiawi/kandungan gizi dan mutu mikrobiologis. Apabila kadar gizi dan mutu mikrobiologis selalu menjadi parameter mutu produk pangan, tekstur seringkali tidak terdefinisikan dengan baik sebagai suatu parameter mutu apalagi sebagai indikator keamanan pangan. ...

  • Des 02, 2021

    Valorisasi Limbah Produk Pangan

    Valorisasi limbah adalah aktivitas proses industri yang bertujuan mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memulihkan limbah pertanian dan menjadi produk yang lain. ...

  • Des 01, 2021

    Tantangan Permintaan Pangan

    Menurut FAO, di tahun 2050 akan terjadi kenaikan permintaan pangan  hingga 70%. Hal ini memberikan tantangan bahwa dunia akan mengalami kelaparan. Survei Global Hunger Index (GHI) di tahun 2020 menunjukkan bahwa Indonesia menempati ranking 70 dari 107 negara dengan data kecukupan yang dihitung di tahun 2020 berdasarkan skor GHI di mana tingkat indeks kelaparan moderate. ...

  • Nov 30, 2021

    Produksi Pangan dengan Ekonomi Sirkular

    Ekonomi sirkular memberikan kesempatan mendukung pengembangan industri berkelanjutan, mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam (energi, bahan bakar, air, pangan), serta manajemen limbah. ...

  • Nov 29, 2021

    Energi Terbarukan dan Daur Ulang Energi

    Indonesia berencana mengurangi porsi penggunaan energi yang berasal dari fosil dengan meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan yang lebih bersih. ...