Updates on Foodborne Pathogens and Indicator Microorganisms


 

This article discusses important foodborne pathogens involved in various outbreaks primarily in the United States and European Union. Salmonella, Listeria monocytogenes, Campylobacter and Enterohemmorrhagic Escherichia coli continued to be the most important bacterial pathogens in 2014 reports covering periods of 2010-2012 in EU and 2013-2014 in the US. Meanwhile increased isolation of Norovirus has been reported in both continents as well as in Japan, Australia and New Zealand. Additionally Cyclospora and Cryptosporidium were reported as important protozoa associated primarily with produce outbreaks. The difficulties in finding appropriate indicators to index pathogens in foods had led to the use of specific indicator microorganisms based on behavior of the target microorganisms, characteristics of the food matrices, processing experienced by the foods, environment, microbial distribution and the analytical methods.

 


Keamanan pangan terus menjadi sorotan penting bidang pangan dalam kaitannya dengan kesehatan masyarakat dan perdagangan internasional. Bagi produsen pangan dan pemerintah pengetahuan tentang mikroorganisme patogen berisiko tinggi harus dipahami dengan baik agar angka kejadian luar biasa karena patogen bawaan pangan dapat terus menerus ditekan dan kerugian ekonomi dapat dikurangi. Sementara itu, tahap dan metode pengujian mikroorganisme patogen yang kompleks seringkali menghadirkan bakteri surrogate (pengganti) yang telah lama kita kenal sebagai mikroorganisme indikator. Beberapa isu mutakhir terkait mikroorganisme patogen dan indikator disajikan dalam artikel ini.

Bakteri Patogen Bawaan Pangan dan Kejadian Luar Biasa

Berdasarkan data kejadian luar biasa (KLB, outbreak) pangan yang diinvestigasi dan dilaporkan pada tahun 2014, bakteri patogen bawaan pangan utama penyebab KLB tidak berbeda dari tahuntahun sebelumnya. Di Amerika Serikat dan Kanada, Salmonella, Listeria monocytogenes dan 16 FOODREVIEW INDONESIA | VOL. X/NO. 2/Februari 2015 Escherichia coli enterohemoragik paling sering terlibat dalam KLB penting selama 2013-2014. Sementara itu laporan tahun 2014di benua Eropa menunjukkan bahwa meskipun secara berurutan isolasi tertinggi patogen bawaan pangan dari manusia maupun pangan dilaporkan untuk Campylobacter, Salmonella dan L. monocytogenes, data KLB terkonfirmasi menunjukkan bahwa tiga penyebab terpenting adalah Salmonella, Campylobacter, dan Escherichia coli.

Oleh Prof. Ratih Dewanti-Hariyadi
Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Peneliti di SEAFAST Center IPB, Anggota International Commission on Microbiological Specifi cation for Foods (ICMSF)
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Februari 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id

 

Artikel Lainnya

  • Jun 25, 2024

    Peningkatan Kualitas SDM Indonesia dengan Program Minum Susu

    Kualitas SDM Indonesia selalu mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan. Tantangan utama meliputi peningkatan kualitas pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, dan pengurangan ketimpangan ekonomi dan sosial. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program dan kebijakan. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. ...

  • Jun 24, 2024

    Yoghurt: Ragam & Inovasinya

    Yoghurt merupakan produk susu fermentasi populer yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat; serta kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, yoghurt juga dapat dikonsumsi untuk penderita intoleransi laktosa, karena sebagian laktosa telah terfermentasi menjadi asam laktat dan komponen lainnya. ...

  • Jun 21, 2024

    Susu Kambing: Karakteristik & Fungsionalitasnya

    Saat ini, tren konsumsi susu kambing kian marak. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya kemudahan pencernaan, tidak menimbulkan reaksi alergi, dan dapat digunakan sebagai pelengkap diet bagi kalangan yang memiliki kebutuhan zat gizi khusus. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat pasca pandemi Covid-19 turut memperkuat tren ini. Susu kambing dapat dikonsumsi dalam bentuk susu pasteurisasi maupun olahannya seperti yoghurt, kefir, dan keju. ...

  • Jun 07, 2024

    Tantangan Perubahan Iklim terhadap Keamanan Pangan

    Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pangan global. Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan meningkatnya frekuensi peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir dan kekeringan, mengganggu produksi pangan di berbagai belahan dunia. Perubahan ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas pangan, meningkatkan risiko ketidakamanan pangan. Kondisi ini sangat meresahkan karena populasi dunia terus bertambah, sehingga kebutuhan pangan semakin mendesak. ...

  • Jun 07, 2024

    Validasi dan Verifikasi dalam Pengontrolan Alergen di Industri Pangan

    Validasi dan verifikasi merupakan dua langkah kunci dalam pengendalian alergen di industri pangan.  ...