UMAMI ALAMI INDONESIA


Oleh C. Hanny Wijaya Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University

Diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia (CNN, 2020), telur asin telah menjelma menjadi ingridien penting industri pangan. Lebih dari sekadar lauk praktis, telur asin kini hadir dalam berbagai kreasi kekinian, seperti kulit ikan telur asin, keripik telur asin, dan masih banyak lagi.

Kunci di balik popularitas telur asin adalah rasa umaminya yang khas. Proses fermentasi menghasilkan asam amino glutamat, senyawa yang memberikan rasa gurih dan lezat. Tak hanya lezat, telur asin pun kaya protein, kalsium, dan zat besi, menjadikannya sumber zat gizi yang berharga. Telur asin, sebagai kekayaan kuliner Indonesia, tidak hanya populer di dalam negeri, tapi juga telah mendunia.

Umami pada produk pangan
Sensasi rasa umami telah diakui sebagai sensasi rasa ke lima yang diperoleh manusia melalui indra pencecap alias lidah. Kehadiran sensasi ini sangat lekat bagi masyarakat Asia, khususnya Indonesia. Bagi mereka yang memperoleh ASI, paparan rasa umami secara tak sengaja telah diawali sejak kelahiran. Keberadaan asam amino glutamat dalam ASI sangat dominan dan bersama dengan kehadiran mineral sodium atau natrium nampaknya akan memberikan sensasi umami yang kuat. 

Keberadaan senyawa yang dapat memberikan sensasi umami dalam produk pangan dapat diperoleh dari banyak sumber, baik hewani seperti daging dan susu maupun nabati seperti tomat dan kacang edamame. Senyawa pemberi sensasi umami juga banyak terdapat pada jamur hinggai jasad renik lainnya seperti yeast. Pengolahan pangan tertentu, seperti fermentasi, akan banyak menghasilkan senyawa pemberi sensasi umami. Keberadaan sensasi umami dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan, selama senyawa-senyawa pemberi sensasi umami tersebut tersedia di atas ambang batasnya. Oleh karena itu perdebatan bahwa ada ingridien pangan tertentu lebih aman karena dianggap tidak mengandung senyawa umami tertentu perlu ditelaah lebih jauh. Mungkin ingridien tersebut mengandung senyawa pemberi umami tersebut namun bukan dalam bentuk murninya. 

Peran sensasi umami akan semakin diperlukan dengan bertambahnya populasi lansia di dunia dewasa ini. Para lansia umumnya kehilangan nafsu makan karena tidak bisa menikmati makanan-minuman yang dikonsumsinya. Makan-minum bahkan dirasa siksaan, seperti halnya perasaan yang kita alami di saat kita sakit. Pada usia lanjut umumnya kemampuan organ-organ sensoris akan menurun. Sensasi umami dilaporkan dapat membantu meningkatkan asupan pangan bagi manula (Kouzuki and Urakami, 2024). Perlu juga diketahui bahwa beberapa senyawa umami dapat berperan pula sebagai “flavor enhancer” (penguat citarasa), dan sebagai senyawa fungsional (bioaktif). Penggalian dan pengembangan produkproduk dengan kemampuan umami yang mumpuni diperkirakan akan memiliki pasar potensial yang terus meningkat mengingat usia harapan hidup manusia terus bertambah panjang pada beberapa dekade terakhir ini. 

Indonesia sangat kaya akan sumbersumber ingridien pangan yang kaya akan senyawa pemberi sensasi rasa umami, terutama produk hasil fermentasi. Indonesia dengan letak geografinya yang menguntungkan, dapat berperan sebagai inkubator terbesar dan termurah di dunia yang memberikan banyak peluang bagi pengembangan produk fermentasi. Nenek moyang kita nampaknya telah menyadarinya. Hal ini dapat dilihat dengan keragaman produk-produk fermentasi tradisional yang kita miliki. 

Sayang belum banyak yang mendapat perhatian cukup, dan dikembangkan secara profesional. Tentunya disayangkan apabila produk-produk pemberi sensasi umami, termasuk ingridien umami alami ini menghilang bersama dengan generasi pendahulu kita mengingat banyak di antaranya hanya dikenal secara lokal dan tanpa dokumentasi tertulis (hanya diturunkan secara verbal).

Umami alami Indonesia
Ulasan ini masih difokuskan pada produk-produk fermentasi walau masih begitu banyak sumber lain yang bisa digali. Pemanfaatan produk fermentasi sebagai pemberi sensasi umami sudah banyak di kenal di dunia seperti shoyu di Jepang, doenjang di Korea, belachan di Malaysia, bagoong di Filipina, nam la di Thailand, douche di China, dan keju terfermentasi (aged cheese) di Eropa. Peran dari produk-produk fermentasi ini telah dikenal global dan mempunyai pangsa pasar yang menjanjikan. 

Artikel bersambung...
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait