Protein merupakan salah satu komponen penting dalam makanan yang diperlukan tubuh. Diambil dari bahasa Yunani, yakni Protosyang berarti “yang paling utama”, protein merupakan komponen utama pembentuk tubuh. Fungsi protein sangat vital, karena itu pasokannya harus mencukupi kebutuhan tubuh.
Konsumsi protein di Indonesia masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan Negara-negara ASEAN. Menurut data FAO tahun 2005-2007, konsumsi protein masyarakat Indonesia hanya terpenuhi sekitar 50-60% dari kebutuhan normal per hari. Dan data yang lebih mengenaskan lagi ditunjukkan pada konsumsi protein hewani bangsa Indonesia yang jauh dibawah rata-rata yakni hanya terpenuhi sekitar 20-30% dari kebutuhan normal per hari. Hal ini dikemukakan oleh Direktur SEAFAST Center IPB Prof Purwiyatno Hariyadi dalam Seminar US Dairy Export Council di Jakarta, pada 13 Juli lalu. Padahal tambahnya, seharusnya asupan protein yang dianjurkan per hari (untuk dewasa) adalah 0,8 gram per kilogram berat tubuh, dan seharusnya asupan protein memenuhi 10-35% dari total kalori. Sayangnya hal ini belum mampu dipenuhi oleh setiap individu di Indonesia, karena sumber pangan protein hewani masih relatif mahal di negeri ini. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2007, rata-rata konsumsi protein di seluruh provinsi di Indonesia hanya mencapai 55,5 gram/orang/hari, dan nilai ini masih jauh dari angka kecukupan konsumsi protein dalam sehari, yakni sekitar 80 gram/orang/hari. Kecukupan akan protein yang dianjurkan untuk seseorang, umumnya berbeda-beda. Ini tergantung pada berat badan, umur, dan jenis kelamin serta banyaknya jaringan tubuh yang masih aktif, seperti otot-otot dan kelenjar. Antara pria dan wanita berbeda, begitu juga wanita yang sedang mengandung dan menyusui membutuhkan asupa protein yang lebih tinggi dari wanita normal.
Sumber protein dapat diperoleh dari berbagai pangan, baik itu pangan nabati dan hewani. Di Indonesia, masyarakat banyak mengonsumsi sereal –termasuk nasi di dalamnya- sebagai salah satu sumber asupan protein bagi tubuh. Selain sereal, processed food seperti produk-produk olahan daging misalnya nugget, sosis, dan lain-lain menjadi sumber pangan protein lainnya. Sedangkan daging, telur, dan susu porsinya masih minim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, karena harga bahan baku tersebut mahal.
Manfaat tersembunyi whey protein
Whey merupakan salah satu sumber protein yang dapat dimanfaatkan. Whey adalah hasil sampingan dari produksi keju yang tadinya tidak termanfaatkan alias dibuang begitu saja. Tetapi sekarang, protein whey dimanfaatkan seluas-luasnya oleh industri pangan. Whey termasuk dalam salah satu ingridien fungsional. Manfaat whey protein cukup besar, di antaranya sebagai antioksidan, antikarsinogenik, dan sekarang whey protein digunakan sebagai asupan utama untuk membangun otot tubuh. Whey juga banyak digunakan sebagai ingridien processed food seperti untuk baso, nugget, sosis, atau aneka snack.
Penggunaan whey protein juga lebih banyak menyasar konsumen yang lebih health concern, karena melihat dari sifat produk ini yang memang merupakan ingridien fungsional. ita

