Tips Menerbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Internasional



Penerbitan karya ilmiah dalam jurnal sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi pangan. Selain itu, dengan publikasi tersebut, peneliti juga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui penyebaran hasil risetnya, mendapatkan pengakuan keprofesiannya, dan juga sebagai pengabdian dalam profesinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Scientific Editor Journal of Food Science, Dr. Daryl Lund, di Kampus IPB Bogor beberapa waktu lalu. "Terdapat beberapa kriteria agar sebuah karya dapat diterbitkan di jurnal internasional," ujar Profesor Emiritus University of Wascinson Madison USA tersebut. Kriteria tersebut mencakup keaslian, kualitas ilmiah, kejelasan dalam penyajian, serta tingkat manfaatnya bagi pembaca dan ilmu pengetahuan.

Dr. Lund juga menjelaskan beberapa alasan ditolaknya artikel dalam penerbitan jurnal internasional. Antara lain tidak menarik bagi pembaca; kurang memberikan informasi baru; hasil yang trivial, predictable, atau duplikat dengan lainnya; tidak terlalu menarik secara internasional; penarikan kesimpulan yang kurang tepat; dan diduga melakukan fabrication atau plagiatisme. "Namun demikian, kita tidak boleh putus asa, karena hampir setiap ilmuwan mengalami penolakan," tutur Dr. Lund. Menurutnya, yang terpenting adalah mengevaluasi mengapa terjadi penolakan tersebut, sehingga dapat memperbaiki kualitas karya ilmiah yang dihasilkan.
Hendry Noer F

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi April 2012)

Artikel Lainnya

  • Jun 25, 2024

    Peningkatan Kualitas SDM Indonesia dengan Program Minum Susu

    Kualitas SDM Indonesia selalu mengalami perkembangan, namun masih perlu ditingkatkan. Tantangan utama meliputi peningkatan kualitas pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, dan pengurangan ketimpangan ekonomi dan sosial. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program dan kebijakan. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. ...

  • Jun 24, 2024

    Yoghurt: Ragam & Inovasinya

    Yoghurt merupakan produk susu fermentasi populer yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat; serta kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Selain itu, yoghurt juga dapat dikonsumsi untuk penderita intoleransi laktosa, karena sebagian laktosa telah terfermentasi menjadi asam laktat dan komponen lainnya. ...

  • Jun 21, 2024

    Susu Kambing: Karakteristik & Fungsionalitasnya

    Saat ini, tren konsumsi susu kambing kian marak. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya kemudahan pencernaan, tidak menimbulkan reaksi alergi, dan dapat digunakan sebagai pelengkap diet bagi kalangan yang memiliki kebutuhan zat gizi khusus. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat pasca pandemi Covid-19 turut memperkuat tren ini. Susu kambing dapat dikonsumsi dalam bentuk susu pasteurisasi maupun olahannya seperti yoghurt, kefir, dan keju. ...

  • Jun 07, 2024

    Tantangan Perubahan Iklim terhadap Keamanan Pangan

    Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pangan global. Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan meningkatnya frekuensi peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir dan kekeringan, mengganggu produksi pangan di berbagai belahan dunia. Perubahan ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas pangan, meningkatkan risiko ketidakamanan pangan. Kondisi ini sangat meresahkan karena populasi dunia terus bertambah, sehingga kebutuhan pangan semakin mendesak. ...

  • Jun 07, 2024

    Validasi dan Verifikasi dalam Pengontrolan Alergen di Industri Pangan

    Validasi dan verifikasi merupakan dua langkah kunci dalam pengendalian alergen di industri pangan.  ...