Kemasan untuk Breakfast Cereal

Kemasan untuk Breakfast Cereal

Breakfast cereal, walaupun ada kata “ breakfast” di dalamnya, bukan berarti hanya pantas dikonsumsi pada saat makan pagi. Banyak konsumen yang kini menyantapnya, selain untuk sarapan, tetapi juga untuk makan siang, makan malam atau sebagai snack dan makanan selingan. Breakfast cereal dapat dikonsumsi dengan dicampur dengan susu maupun tanpa susu langsung dari kemasannya. Makanan ini sangat praktis dan rasanya juga lezat.

Menurut survei Euromonitor (2003) di Inggris, rata-rata rumah tangga yang memiliki anak menyimpan tujuh kemasan cereal. Sedangkan keluarga tanpa anak menyimpan empat kemasan. Hal ini mengindikasikan bahwa walaupun cereal pantas dikonsumsi oleh semua kelompok umur, tetapi konsumen terbesar adalah anak-anak.

Untuk mengakomodasikan kenyataan ini, kini di pasaran dapat dilihat bahwa kemasan untuk cereal diberi desain yang sangat provokatif untuk menarik minat anak-anak. Hampir selalu ada iming-iming hadiah berupa mainan atau gimmick lain pada setiap kemasan. Oleh karena itu, pada umumnya kemasan untuk breakfast cereal harus cukup besar untuk memuat hadiah tersebut di atas.

Kemasan untuk breakfast cereal

Kemasan untuk breakfast cereal pada umumnya terdiri dari kemasan primer, yang bersentuhan langsung dengan makanan dan berfungsi sebagai wadah dan pelindung untuk makanan tersebut, dan kemasan sekunder yang berfungsi sebagai sarana promosi dan informasi serta wadah untuk hadiah beserta kemasan primernya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi breakfast cereal adalah jagung, gandum, ekstrak malt, beras, gula buah, dan garam. Bahan-bahan tersebut merupakan bahan-bahan yang higroskopis (mudah menyerap uap air) sehingga untuk kemasan primer harus digunakan bahan yang mempunyai permeabilitas uap air yang rendah. Cereal mengandung lemak tumbuh-tumbuhan sehingga sebaiknya kemasan primer juga harus mempunyai permeabilitas oksigen yang rendah.

Kemasan sekunder biasanya merupakan kotak karton berbahan dupleks dengan ketebalan 160 gsm (gram per square meter) - 230 gsm, tergantung dari besarnya kotak tersebut. Besarnya kotak selain ditentukan oleh berat isi cereal, juga ditentukan oleh ukuran hadiahnya. Oleh karena itu pada umumnya ukuran kotak cukup besar sehingga tidak ada masalah dalam teknis proses cetaknya. Seperti diketahui, cereal merupakan makanan sehat, berserat tinggi. Hal ini perlu diinformasikan kepada konsumen dalam informasi gizinya. Untuk kemasan dengan ukuran cukup besar seperti ini, para desainer grafis kemasan sangat leluasa untuk menentukan tata letak komponen-komponen desainnya.

helf life

Penentuan jenis kemasan primer dipengaruhi oleh masa kadaluwarsa atau shelf life dari makanan yang dikemas. Kemasan primer untuk cereal yang digunakan di Indonesia adalah kemasan fleksibel multi lapis. Beberapa produk impor menggunakan bahan monolayer dari HDPE (High Density Polyethylene), namun distribusinya terbatas hanya di toko swalayan yang berpendingin udara saja.
Untuk produk dengan shelf life lebih dari satu tahun, sebaiknya digunakan aluminium foil sebagai bahan barriernya. Sedangkan untuk shelf life antara 9 bulan sampai 18 bulan dapat digunakan vacuum metalized polyester (VM PET) sebagai bahan barrier. Kemasan berukuran kecil yang fast moving, dapat menggunakan vacuum metalized cast polypropylene (VM CPP) yang lebih ekonomis. Kemasan berukuran kecil ini juga tidak menggunakan kemasan sekunder untuk menekan biaya, sehingga desain grafisnya langsung dicetak pada lapisan terluar kemasan primernya.

Interaksi kemasan primer
dengan mesin pengisi


Pengisian produk ke dalam bahan kemasan menggunakan mesin pengisi otomatis jenis vertikal. Untuk mesin yang berkecepatan tinggi, di atas 100 kantong per menit, bahan lapisan terluar yang digunakan adalah polyester (PET), dan bahan lapisan heat seal yang digunakan harus bahan yang cukup licin (Coefficient Of Friction rendah), yaitu CPP (Cast Polypropylene) atau LLDPE (Linier Low Density Polyethylene).

Dengan demikian secara keseluruhan, bahan kemasan fleksibel yang digunakan adalah PET 12/adhesive/Alu foil 7/adhesive/CPP25 untuk produk dengan shelf life panjang dan PET 12/adhesive/ VMPET 12 /adhesive/CPP25 untuk produk dengan shelf life sedang. Untuk produk-produk fast moving, dapat digunakan PET12 / adhesive / VMCPP25. Angka dibelakang nama bahan menunjukkan ketebalan bahan tersebut dalam satuan mikron atau 0,001 mm.

Jika kecepatan mesin pengisi yang digunakan tidak terlalu tinggi, maka lapisan terluar PET 12 mikron dapat digantikan dengan OPP 20 mikron yang lebih ekonomis namun kurang tahan terhadap panas dari heat seal bar sehingga jika suhu heat seal bar tersebut terlalu tinggi, kemasan akan berkerut pada daerah sealnya dan mengakibatkan kebocoran pada kemasan. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada shelf life produk itu.

Inovasi kemasan

Inovasi dalam kemasan breakfast cereal terutama ditujukan untuk mendongkrak penjualan yaitu dengan cara:

  • Memperpanjang shelf life
  • Meningkatkan mutu (mengurangi tingkat kebocoran)
  • Menurunkan biaya produksi sehingga harga jual dapat diturunkan tanpa mengurangi keuntungan
  • Memberi nilai tambah pada kemasan

Inovasi yang rutin dilakukan perusahaan-perusahaan breaksfast cereal kelas dunia adalah memperbarui desain grafis dan bekerjasama dengan merek-merek yang sudah dikenal luas.

Inovasi lain adalah dengan meniadakan kemasan sekunder dengan cara mengemas cereal ke dalam wadah HDPE (High Density Polyethylene) dan menutupnya dengan lid bahan multilapis mengandung aluminium foil. Konsumen dapat menuangkan susu cair pada wadah HDPE ini dan langsung menyantapnya tanpa perlu menggunakan mangkok. Tentu saja hadiah yang dimasukkan dalam wadah harus cukup kecil.

Inovasi yang cukup mengejutkan datang dari Kellog. Perusahaan ini meluncurkan kotak cereal yang justru berukuran lebih kecil, dengan berat isi yang sama. Mereka sedang melakukan uji coba selama enam bulan di daerah Michigan, Amerika Serikat. Mereka menyatakan bahwa kotak yang lebih kecil ini lebih consumer friendly dan menghemat tempat penyimpanan, baik di toko maupun di lemari konsumen.


Artikel Lainnya