Menyambut Agrinex Expo 2012

Di Indonesia sekitar 57% penduduknya berada dalam sektor pertanian, peternakan dan nelayan tetapi kenapa hidup mereka masih miskin? Sekarang ini dapat dilihat bahwa masyarakat Indonesia sudah banyak melupakan produk dalam negeri dan beralih pada produk luar negeri yang diyakini memiliki kualitas lebih unggul. Misalnya saja pada buah, banyak orang lebih memilih buah import dibanding dengan buah lokal. Sebagian beranggapan buah lokal itu memiliki penampilan yang tidak menarik dan rasanya kurang manis. Karena perilaku tersebut membuat produk import semakin menjamur dan membuat para petani masih berada dalam tingkat kemiskinan.

Oleh karena itu, Agrinex Expo diselenggarakan yang tujuannya tidak lain untuk lebih menyelamatkan produk lokal. Rifda Ammarina, ketua penyelenggara Agrinex Expo, dalam konferensi pers "The 6th Agrinex Ekspo 2012,"  di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Senin (12/3) lalu menuturkan bahwa ia prihatin akan nasib pasar lokal di Indonesia, untuk itu acara ini diharapkan dapat melindungi diri sendiri dengan cara membuat pasar produk lokal. Presentasi booth peserta, talkshow, seminar, dan berbagai demo akan ada di acara ini. Lewat kegiatan ini masyarakat diajak untuk lebih mengenal, memahami, dan mencintai produk agribisnis dan industri olahan berbahan produk lokal. Hal tersebut diharapkan masyarakat memiliki pemikiran bahwa produk lokal lebih sehat dan enak dibanding produk import. Dengan membeli produk agribisnis lokal, maka mendorong kualitas produk, meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dan menaikkan harga diri bangsa.

Untuk mendukung pemerintah dalam membangun keamanan cadangan pangan dan kesejahteraan petani, Agrinex Expo akan diadakan untuk keenam kalinya di Jakarta Convention Centre, pada tanggal 30 Maret hingga 1 April 2012. Peyelenggara utama adalah Performax dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini akan diikuti oleh lebih dari 400 peserta. Selain itu, acara ini juga mendapat dukungan tambahan dari empat kementrian Indonesia, yaitu Kementrian Pariwisata, Kementrian Kesehatan, Kementerian Ristek dan Kementerian Perempuan. Kiki


Artikel Terkait