Susu Cair Dorong Pertumbuhan Industri Susu


Susu merupakan produk pangan yang mengandung zat gizi lengkap dan bernilai tinggi bagi masyarakat Indonesia. Manfaat susu tidak hanya dirasakan bagi masyarakat Indonesia golongan menengah ke atas, namun juga masyarakat menengah ke bawah, sehingga dapat dikatakan susu sudah telah menjadi kebutuhan semua kalangan dari segala lapisan umur dan strata ekonomi.

 

Merespon minat tinggi masyarakat akan produk asal ternak ini, sejumlah merek susu semakin meningkat dan menghiasi pasar di Indonesia,
baik yang susu bubuk maupun cair. “Susu cair adalah kategori susu yang tumbuh paling pesat, dan menjadi pilihan sebagian besar masyarakat, karena sejumlah kelebihan yang dimiliki, antara lain karena kepraktisannya,” kata Associate Director Retail Measurement Service Nielsen Indonesia, Ika Jatmikasari. Data Nielsen Indonesia menunjukkan, pertumbuhan nilai penjualan susu cair meningkat 13%, sedangkan susu lainnya berada pada angka di bawah 10%. Bandingkan dengan pertumbuhan susu bubuk yang hanya tumbuh 4%, atau bahkan susu pertumbuhan yang justru tumbuh negatif (lihat tabel). Nielsen membagi pertumbuhan
susu dalam beberapa kategori, yakni susu bubuk, susu pertumbuhan, susu cair, susu kental manis, dan susu spesial. Yang disebut terakhir adalah susu yang dikhususkan untuk orang-orang tertentu, misal khusus untuk orang tua, atau untuk olahragawan. Tidak berbeda jauh dengan susu bubuk, pertumbuhan penjualan susu kental manis (SKM) meningkat pada angka 3 %. Secara lebih detail, SKM dibagi lagi dalam dua kategori besar, yakni yang creamer dan non creamer, yang berturut-turut menyumbang 42 % dan 58 % dari total penjualan SKM.
 
Menurut Ika, pertumbuhan atau perkembangan suatu jenis atau merk susu di Indonesia saat ini sangat ditentukan oleh suatu inovasi. Oleh karenanya, ia menyarankan agar para produsen susu untuk selalu mencari inovasi pada setiap produk mereka. “Inovasi dapat dilakukan dari segi rasa, kemasan ataupun jenis produk,” kata Ika. Sejauh ini, menurut pengamatan Nielsen, inovasi yang paling umum dilakukan oleh para produsen adalah dalam hal rasa dan kemasan. Untuk inovasi rasa, hingga kini susu cair dengan rasa coklat merupakan susu dengan rasa yang lebih banyak diminati. Adapun untuk susu bubuk, rasa vanilla adalah yang paling banyak diminati konsumen.
 
Mengenai inovasi kemasan, para produsen susu telah mencoba mengeluarkan produk dengan kemasan yang menarik, khususnya pada susu yang targetnya adalah anak-anak. Danone misalnya, telah meluncurkan produk susu cair dengan botol berbentuk macan, atau susu cair Frisian Flag yang menambahkan gambar tokoh kartun Disney pada setiap kemasannya. “Hal-hal seperti inilah yang dimaksud dengan inovasi kemasan,” ujar Ika. Inovasi lainnya, lanjutnya adalah dari segi harga. Meningkatnya daya beli konsumen pada kelas menengah ke bawah mengakibatkan banyak produsen melakukan inovasi produk mereka sehingga bisa menjaring konsumen menengah ke bawah. Inovasi itu yakni dengan memproduksi kemasan yang lebih kecil, sehingga harga yang ditawarkannyapun menjadi lebih murah. Ika mencontohkan pada apa yang dilakukan pada produk susu kental manis, yang para produsennya meluncurkan produk susu kental manisnya dalam kemasan sachet sehingga lebih menjangkau kelas menengah dan bawah.
 
Selain pada inovasi, positioning juga merupakan hal penting yang harus dimiliki perusahaan. “Produk susu yang mereka buat harus memiliki manfaat yang jelas, dengan positioning jelas,” katanya. Ika mencontohkan susu Bear Brand dari Nestle Indonesia yang tidak terlalu melakukan inovasi yang berlebihan, namun senantiasa memperkuat positioning susu Bear Brand pada rasa dan kemasan aslinya. Dari segi harga, Bear Brand sebenarnya tergolong lebih mahal dari produk susu cair lainnya, namun Nestle tetap mempertahankan hal itu, karena positioning Bear Brand yang sudah amat kuat, yakni sebagai susu kesehatan. Positioning yang dibangun tersebut membuat banyak masyarakat yang setia memilih Bear Brand apabila kondisi tubuh sedang tidak sehat ataupun untuk sekadar menjaga kesehatan. “Pada kasus ini dapat dilihat bahwa suatu positioning yang kuat dan tepat amatlah penting dalam perkembangan suatu produk,” tandas Ika.
 
Pemilihan pasar juga merupakan hal yang sangat diperhatikan para produsen susu. Terbaginya susu menjadi tiga kategori besar, yakni super premium, premium dan affordable membuat produsen susu mempunyai pembagian strategi pemasaran yakni ke modern market dan tradisional market. Penentuan pasar ini tentu didasarkan pada karakteristik konsumen di daerah atau market tersebut. Produk susu super premium dan premium umumnya dipasarkan di modern market, khususnya hipermarket, sedangkan untuk produk affordable umumnya dipasarkan di tradisional market atau modern market khususnya di Mini Market.
 Category                                                                     Volume % Growth 
                                                                        MAT 2011                             MAT 2012
Total Powder Milk                                           7.30%                                  4.40%
Sweet Condensed Mil                                   8.60%                                   1.00%
Liquid Milk                                                        8.40%                                 14.90%
Infant Formula                                                 0.50%                                  -3.20%
Specialties                                                      -9.80%                                   3.90%
 
Keterangan:
MAT: Moving Annual Total (12 bulan berakhir di April 2012)
Sumber: Nielsen Indonesia (s.d. April 2012)
 
Pemilihan strategi pemasaran, positioning, dan inovasi yang tepat merupakan upaya yang harus dilakukan agar dapat membujuk konsumen untuk membeli dan menyukai produk susu yang dihasilkan. Disadari atau tidak, upaya yang dilakukan ini juga akan meningkatkan angka konsumen atau peminum susu di Indonesia, sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya susupun juga turut meningkat. Kerjasama dari semua pihak inilah yang perlu diperkuat agar tercipta masyarakat Indonesia yang cerdas dan sehat melalui susu. Andin Danti
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 6/JUNI 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Apr 26, 2022

    Peluang Snack Savoury di Indonesia

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang dianugerahi dengan melimpahnya rempah yang tersebar hampir di seluruh wilayahnya. Tren kesehatan pada produk snack savoury didorong oleh kebutuhan akan pilihan yang lebih menyehatkan dengan jenis produk yang lebih rendah garam, lemak, dan gula. Di Indonesia, pengembangan produk snack savoury yang lebih menyehatkan ini memiliki peluang yang besar karena bahan bakunya yang melimpah seperti menggunakan kulit ikan, tempe, dan nori. Selain itu, dapat pula dikombinasikan dengan kearifan pangan tradisional yang saat ini juga tersedia. Ingridien fungsional juga dapat menjadi salah satu potensi untuk dikembangkan menjadi snack yang lebih menyehatkan. ...

  • Apr 26, 2022

    Ragam Snack Savoury di Indonesia

    Di Indonesia, snack dengan flavour savoury terus mengalami pertumbuhan terutama karena kondisi untuk terus berada di rumah. Secara global, tren snack di berbagai negara dapat berbeda- beda sesuai dengan apa yang menjadi ketertarikan konsumen di suatu daerah tersebut. Ada beberapa flavour savoury yang umum ditemukan pada produk snack Indonesia diantaranya adalah flavour panggang dan bakar seperti barbekyu dan hickory, panas dan pedas seperti cabai, flavour daging seperti ayam dan sapi, boga bahari serta flavour lokal seperti nasi goreng. Sedangkan flavour yang dipersepsikan memiliki kaitan dengan snack yang lebih menyehatkan diantaranya adalah flavour herba dan rempah seperti lada, jahe, dan lain sebagainya. ...

  • Apr 24, 2022

    Evaluasi Sensori pada Industri Pangan

    Evaluasi sensori diaplikasikan untuk berbagai lingkup penggunaan dalam industri pangan. Masing-masing lingkup penggunaan memiliki tujuan yang berbeda sehingga jenis uji sensori yang digunakan pun juga berbeda. ...

  • Apr 23, 2022

    Masa Depan Protein Nabati

    Protein memiliki peran strategis dalam pertumbuhan manusia. Karena itu, konsumsi protein perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Dewasa kini, protein berbasis nabati menunjukkan eksistensinya. Alternatif protein ini diprediksi didorong munculnya golongan fleksitarian (mengonsumsi lebih banyak pangan bersumber nabati daripada hewani).  ...

  • Apr 22, 2022

    Pengembangan Produk Snack Lebih Menyehatkan

    Snack yang lebih menyehatkan memang telah menjadi perhatian global pada hampir seluruh konsumen. Salah satu pendorong dari tren ini adalah meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) terutama obesitas dan penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan kronis, diabetes, dan beberapa bentuk kanker yang berasal dari obesitas. Penyakit tidak menular ini dianggap sebagai salah satu masalah terbesar dalam masyarakat modern saat ini. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular adalah pembunuh utama di Asia Tenggara, merenggut sekitar 8,5 juta jiwa setiap tahun. ...