Mariza, Sukses Mengembangkan Tradisi

Tidak bisa dipungkiri, bahwa dalam beberapa waktu terakhir, banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh industri pangan dalam menjalankan bisnisnya. Mulai dari suplai dan harga bahan baku yang berfluktuasi, kenaikan bahan bakar, hingga persaingan yang semakin ketat dengan berlakunya ASEAN China Free Trade Area (ACFTA). Tidak aneh jika banyak industri yang kemudian goyah dengan kondisi tersebut.

Namun tidak demikian dengan Marizafoods, produsen selai dan lapis legit dengan merek Mariza dan Monica tersebut justru semakin kuat dan bahkan menikmati pertumbuhan. Menurut Direktur PT Multisari Langgeng Jaya, Alamsjah, dengan tantangan-tantangan tersebut justru pihaknya semakin belajar untuk melakukan efisiensi. “Dan kini kami menikmati pertumbuhan lebih dari 20% untuk semua kategori produk,” kata Alamsjah. Faktor utama yang paling mempengaruhi adalah semakin baiknya daya beli konsumen dan nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan sebagian besar produknya masih untuk dalam negeri. “Untuk ekspor sekitar 15% an dari total produksi,” tambah Alamsjah. Dia mengharapkan, dengan diterapkannya ACFTA, produknya bisa melakukan penetrasi lebih kuat ke pasar ASEAN dan Cina.

Keberhasilan produk Marizafoods melakukan ekspor merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Apalagi produk Marizafoods dikembangkan berdasarkan tradisi dan sebagian besar bahan bakunya adalah lokal. Selain, negara-negara ASEAN dan Cina, ekspornya telah menembus Amerika Serikat dan juga Australia.
Mengusung motto “Bring Tradition to Reality”, Alamsjah berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha yang dirintis oleh orang tuanya. Dengan belajar dari pengalaman, dia terus memperbaiki kualitas produknya. Hal ini terbukti dengan kualitas lapis legitnya yang semakin prima -rasa lezat, tahan lama, dan kandungan minyaknya lebih rendah dibanding lapis legit yang lain. Alamsjah juga menggunakan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi. Jika sebelumnya untuk satu loyang lapis legit saja dibutuhkan tenaga kerja yang banyak dan waktu yang lama, kini hanya dengan satu orang bisa menangani beberapa loyang sekaligus dengan waktu tidak lebih dari satu jam. “Semuanya dilakukan tahap demi tahap, melalui proses belajar yang terus menerus,” tegas Alamsjah mengenai kesuksesannya mengembangkan produknya.
Selain lapis legit, Marizafoods juga telah lama mengembangkan selai srikaya yang juga merupakan selai khas salah satu daerah di Indonesia. “Kami ingin, produk tradisional tidak hanya dinikmati oleh daerah tertentu, tetapi dapat tersebar dan diproduksi dalam jumlah besar,” ungkap Alamsjah. Kini selai srikaya tersebut merupakan salah satu produk unggulan Marizafoods yang paling diminati.
Kunci sukses inovasi
Jika diperhatikan, produk-produk Marizafoods yang beredar di pasaran cukup bervariasi. Mulai dari jenis, bentuk kemasan, hingga rasa. Untuk jam misalnya, tersedia produk yang untuk oles dan juga topping. Semuanya didesain sesuai kebutuhan konsumen. Produk-produk tersebut merupakan hasil inovasi yang tiada henti. “Kami memberikan perhatian yang tinggi terhadap tim R&D, karena dari merekalah muncul produk-produk inovatif,” ujar Alamsjah. Bahkan, tim R&D Marizafoods bisa bekerja sama dengan customernya untuk mengembangkan produk dengan desain khusus.
Ide-ide untuk melakukan inovasi biasanya didapatkan Alamsjah dari berkeliling, baik di supermarket maupun pameran-pameran. Dan ide yang didapatkan tidak selalu berasal dari produk sejenis, bahkan bisa berasal dari kategori produk yang berbeda. Namun dia mengingatkan, bahwa dalam melakukan inovasi harus dilakukan pula perhitungan yang cermat, agar tidak ada biaya yang terbuang percuma.
Kedepannya, Alamsjah berniat untuk terus mengembangkan kategori produk sesuai keahlian bisnisnya. “Kami berencana melaunching produk saus dalam beberapa waktu ke depan.” Dengan diluncurkannya produk saus tersebut, akan semakin melengkapi jenis produk yang dimiliki Marizafoods.Fri-09
 
 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juli 2011)

 


Artikel Terkait