Potensi Biomassa Indonesia untuk Transisi Energi Net Zero Emissions



Indonesia, dengan kekayaan sumber daya hayati yang melimpah, memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi berbasis biomassa. Limbah pertanian, hutan, dan perkebunan dapat diolah menjadi bahan bakar hayati atau energi listrik. Dengan memanfaatkan potensi biomassa, Indonesia tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini lah yang disoroti dalam Pameran HEATECH INDONESIA incorporating Expo Boiler, Expo Biomass, Expo Pumps & Valves. "Permintaan akan biomassa semakin besar. Terutama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa yang saat ini terus dikembangkan dari berbagai sumber seperti berbagai sumber biomassa seperti serbuk gergaji, serpihan kayu, limbah sawit," ujar Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia - MEBI, Dr. Ir. Sumanggar Milton Pakpahan dalam Opening Ceremoni HEATECH INDONESIA pada 23 Oktober 2024 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. 

Tidak jauh berbeda, Koordinator Penyiapan Program Bioenergi, Direktorat Bionergi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Moristanto, S.T., M.Ec.Dev., M.a. mengatakan bahwa upaya transisi energi ini perlu dilakukan untuk menekan krisis iklim yang semakin mengancam. "Potensi biomassa di Indonesia sangat beragam dan dalam proses pengembangannya perlu aksi kolaboratif," katanya. 

Direktur PT MEDIA ARTHA SENTOSA, Teddy Halim, sebagai penyelenggara berharap pameran ini dapat menjadi manfaat untuk seluruh sektor dan industri terkait serta menjadi ajang untuk saling berkolaborasi. "Tahun ini adalah tahun ke-5, dan kami membawa beberapa program baru seperti outdoor demo, munas, dan seminar bagi industri pangan mengenai heating technology," pungkasnya. Fri-35

Artikel Lainnya