Cina dengan penduduknya yang besar, merupakan pangsa pasar yang bagus untuk produk pangan Indonesia. Sayangnya, hal tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal. Bahkan neraca perdagangan Indonesia - Cina masih negatif. Padahal, dengan adanya beberapa isu keamanan pangan yang menimpa Cina, kini banyak penduduk Negeri Tirai Bambu tersebut yang mencari sumber pangan alternatif.
Executive Director of Guangdong Institute of Food Science and Technology, Zheng Zhi Cai, mengungkapkan bahwa nilai perdagangan internasional Cina mencapai USD 381 miliar. Dari nilai tersebut USD 175 miliar berasal dari ekspor dan USD 206 miliar dari impor. “Pada 2010, impor produk pangan di Cina bernilai USD 59.86 miliar, dengan pertumbuhan 23%,” tutur Zheng. Lebih lanjut, Zheng mengungkapkan beberapa produk pangan utama yang diimpor. Antara lain gandum, beras, kedelai, minyak dan lemak, sukrosa, susu, dan lainnya.
Untuk membuka peluang pasar di Cina, maka sangat penting bagi industri pangan Indonesia melakukan promosi. Salah satunya dengan mengikuti Pameran Food Hospitality World (FHW) 2012 yang akan diselenggarakan pada 29-30 November dan 1 Desember 2012 mendatang. FHW 2012 tersebut diklaim sebagai trade fairs pangan B2B pertama di Cina. Rencananya, Indonesia dengan dikoordinasi oleh Kementerian Perdagangan RI akan turut berpartisipasi dalam even yang diselenggarakan di Guangzhou tersebut.
Fri-09
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 5/MEI 2012)

