PERAN TEKNOLOGI DALAM PERENCANAAN PASOKAN



Oleh Supri Anto Edy Satrio
Supply Chain Practitioner

Perkembangan teknologi telah membuka peluang baru dalam mengoptimalkan perencanaan pasokan, menghadirkan solusi yang lebih cerdas dan responsif. Dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan pasokan, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, dan merespons perubahan pasar dengan lebih cepat. Berikut adalah cara-cara di mana teknologi berkontribusi pada perencanaan pasokan:

  1. Sistem Perencanaan Pasokan Terotomatisasi: Penggunaan sistem perencanaan pasokan terotomatis memungkinkan organisasi untuk menggantikan proses manual dengan algoritma dan model matematis yang canggih. Hal ini membantu dalam membuat perencanaan yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar.
  2. Pemodelan Prediktif Menggunakan Analisis Data Besar (Big Data): Teknologi analisis big data memungkinkan organisasi mengeksplorasi dan menganalisis jumlah data yang besar untuk mengidentifikasi pola, tren, dan wawasan yang relevan. Dengan memanfaatkan data historis dan data waktu nyata, pemodelan prediktif dapat memberikan perkiraan permintaan yang lebih akurat.
  3. Internet of Things (IoT) dalam Pemantauan Rantai Pasokan: Penyemat sensor pada peralatan produksi, kendaraan pengiriman, dan barang-barang dalam rantai pasokan memungkinkan organisasi untuk memantau secara real-time lokasi, kondisi, dan status barang. Hal ini memberikan visibilitas yang lebih baik ke dalam rantai pasokan dan memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan situasi.
  4. Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence): Kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses perencanaan pasokan dengan mengidentifikasi pola, menganalisis data secara mendalam, dan memberikan rekomendasi cerdas. Sistem cerdas ini dapat meningkatkan akurasi peramalan, membantu dalam pengambilan keputusan, dan memberikan fleksibilitas dalam menanggapi perubahan dinamis dalam pasar.
  5. Teknologi Blockchain untuk Transparansi Rantai Pasokan: Teknologi blockchain dapat digunakan untuk menciptakan catatan transparan dan aman untuk setiap transaksi dalam rantai pasokan. Ini membantu dalam meningkatkan keandalan informasi, meminimalkan risiko kehilangan data, dan memberikan keyakinan dalam jejak barang dari sumber hingga konsumen.
  6. Penggunaan Sistem Manajemen Persediaan Berbasis Cloud: Penyimpanan data dan akses ke sistem perencanaan pasokan melalui platform berbasis cloud memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih besar. Ini memungkinkan kolaborasi real-time antara tim yang terlibat dalam perencanaan pasokan, terlepas dari lokasi geografis mereka.
  7. Analisis Prediktif untuk Identifikasi Risiko: Analisis prediktif menggunakan teknologi seperti machine learning membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko dalam rantai pasokan. Ini melibatkan analisis faktor-faktor risiko potensial, seperti gangguan pasokan atau fluktuasi harga, untuk mengantisipasi dan merencanakan respons terhadap kemungkinan peristiwa yang dapat mempengaruhi pasokan.
  8. Teknologi Mobile untuk Manajemen Persediaan di Lapangan: Aplikasi mobile memungkinkan tim lapangan untuk memantau persediaan, memasukkan data secara real-time, dan berkolaborasi dengan tim perencanaan pasokan. Ini membantu dalam meningkatkan komunikasi dan visibilitas, terutama dalam lingkungan operasional yang terdistribusi. 
  9. Penggunaan Analytics untuk Pengukuran Kinerja: Solusi analitik memungkinkan organisasi untuk mengukur kinerja rantai pasokan. Dengan mengumpulkan dan menganalisis data kinerja, organisasi dapat mengidentifikasi area-area perbaikan potensial dan terus mengoptimalkan proses perencanaan pasokan.
  10. Teknologi RFID untuk Pelacakan Barang secara Presisi: Teknologi Radio-Frequency Identification (RFID) memungkinkan pelacakan barang secara presisi dari produksi hingga pengiriman. Ini meningkatkan visibilitas persediaan dan mempercepat proses pengiriman, mengurangi risiko kehilangan barang dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan.

Pengintegrasian teknologi dalam perencanaan pasokan bukan hanya tentang mengotomatisasi proses, tetapi juga tentang meningkatkan visibilitas, kecepatan respons, dan kemampuan organisasi untuk bersaing dalam lingkungan bisnis yang terus berubah. Dengan memanfaatkan teknologi dengan bijak, organisasi dapat mencapai rantai pasokan yang lebih adaptif, efisien, dan tangguh.

Artikel Lainnya

  • Jul 16, 2024

    Napindo Kembali Hadirkan Pameran dan Forum Internasional Terbesar di Sektor Peternakan, Perikanan, dan Agribisnis

    PT Napindo Media Ashatama (Napindo) kembali menyelenggarakan pameran dan forum internasional Indo Livestock dan Indo Feed, Indo Fisheries, Indo Dairy, Indo Agrotech dan Indo Vet 2024 yang akan dibuka pada 17-19 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Assistant Project Director Napindo, Lisa Rusli mengatakan bahwa pameran pada kali ini akan mengusung tema ketahanan pangan sebagai pilar stabilitas nasional. “Pameran ini menampilkan berbagai segmen mulai dari peternakan, pengolahan hasil ternak, kesehatan hewan ternak, hingga pameran pakan ternak, pengolahan susu, sistem kandang, kebersihan, dan pengemasan hasil olahan susu,” ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Senin, 15 Juli 2024 di JCC.  ...

  • Jul 15, 2024

    Pemanfaatan Teknologi Membran dalam Produksi Peptida Bioaktif sebagai Ingridien Pangan Fungsional

    Perubahan pola konsumsi masyarakat dewasa ini memicu transformasi industri pangan. Konsumen kini lebih sadar akan kesehatan dan kelestarian lingkungan, mendorong permintaan terhadap pangan fungsional, yang tidak hanya bergizi dan menyehatkan, tetapi juga diproduksi secara berkelanjutan (sustainable). Hal ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi pangan yang inovatif dan ramah lingkungan. ...

  • Jul 08, 2024

    SINBIOTIK & MIKROBIOTA USUS

    Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus meningkat. Hal ini mendorong mereka untuk mencari dan memahani berbagai informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Salah satu istilah dan informasi yang kini semakin dikenal masyarakat adalah mikrobiota usus (gut microbiota). Secara umum mikrobiota diartikan sebagai komunitas mikroorganisme pada suatu ekosistem.   ...

  • Jun 28, 2024

    Analisis Sensoris untuk Evaluasi Pengembangan Produk Baru

    Untuk mengevaluasi karakterisiktik suatu produk pangan melalui indra manusia seperti aroma, tekstur, rasa, dan penampilan, sangat diperlukan adanya analisis sensoris. Metodologi analisis sensoris ini diatur dalam standar SNI. Beberapa pengujian yang umum digunakan, yakni metode uji segitiga juga uji deskrpsi. ...

  • Jun 27, 2024

    Pameran EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2024 Hadir Kembali

    Pameran tahunan terbesar di Surabaya, Pameran EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2024 resmi dibuka hari ini, Pameran ini merupakan platform Business to Business yang diharapkan dapat memperluas wawasan para pengusaha pangan dan kemasan tentang potensi pasar di mancanegara sekaligus membentuk jaringan pemasaran mendorong pelaku usaha untuk menghasilkan produk-produk berkualitas serta kompeten.  ...